BABELPOS.ID, TOBOALI - Penangkapan terhadap tiga truk dan satu minibus yang diduga membawa timah ilegal basah dan balok oleh Satuan Lapangan (Satlap) Tricakti beberapa hari lalu di Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (07/02), memunculkan pertanyaan asal muasal timah.
Dari penangkapan terungkap, truk bernomor polisi BN 9707 PR bermuatan timah basah, truk bernomor polisi G 8108 CB bermuatan timah basah, truk bernomor polisi BM 8647 ZO bermuatan timah balok, serta satu unit mobil Pajero bernomor polisi B 2427 KBR bermuatan timah balok.
Barang bukti timah balok yang diamankan berjumlah 220 batang dengan perkiraan berat sekitar 5,5 ton. Sementara bijih timah basah tercatat sebanyak 338 kampil dengan berat kurang lebih 16.900 kilogram atau sekitar 17 ton. Total keseluruhan barang bukti mencapai sekitar 22,4 ton.
Informasi yang didapat, timah itu berasal dari gudang smelter milik PT. Rajawali Rimba Perkasa No. IUP : 188.45/196/DPE/2013. Jalan raya Sadai RT 10, Dusun Air Tukul, Desa Pasir Putih Kecamatan Tukak Sadai Bangka Selatan.
Dari pantauan Babel Pos di lapangan, gudang smelter itu berjarak sekitar 500-600 meter dari jalan raya Sadai. Di depan gudang tidak terlihat aktivitas. Bangunan gudang tampak tertutup rapat, pintu gerbang berwarna biru terlihat kusam dan berkarat, terkunci dari luar dengan gembok dan rantai besi. Tidak ada kendaraan terparkir, tidak pula terlihat aktivitas bongkar muat.
Seluruh area gudang pun dikelilingi pagar beton tinggi yang membatasi pandangan ke bagian dalam. Hampir tidak ada celah terbuka di sepanjang pagar. Dalam waktu sekitar sepuluh menit berada di lokasi, hanya satu kendaraan warga yang melintas di jalan menuju gudang, lalu kembali meninggalkan kawasan itu.
Melalui celah kecil di pintu gerbang, kondisi bagian dalam gudang terlihat tak ada aktivitas. Pos satpam tampak kosong, tanpa petugas berjaga, tidak terlihat kendaraan operasional maupun tanda-tanda kegiatan di dalam area gudang.
Penampakan gudang PT Rajawali Rimba Perkasa di Sadai. --Foto Ilham
BACA JUGA:Delapan Kades Ini Dipanggil Bupati Fery Soal Tuduhan Suap Dalam Plasma Sawit PT GML
Selang 10 menit Babel Pos di lokasi, ada tiga orang dengan menggunakan dua motor. Ketiganya mengaku sebagai anggota Satuan Lapangan (Satlap) Tricakti. Satu orang di antaranya sempat menunjukkan lencana yang dikenakan di pinggang sebelah kiri.
Identitas pers awak media diminta dan didokumentasikan. Seluruh awak media yang berada di lokasi turut didata, termasuk kendaraan roda empat yang digunakan. Pemeriksaan juga ikut dilakukan terhadap tiga unit kendaraan roda empat yang digunakan.
Pemeriksaan dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kepada awak media anggota menyebut bahwa gudang tersebut masih berada dalam pengawasan Satlap Tricakti.
“Gudang ini masih dalam pengawasan Satlap Tricakti," sebut salah satu Satlap tersebut.
Awak media juga sempat berbincang sekitaran 15-20 menit dengan Satlap Tricakti, dan akhirnya awak media kembali melanjutkan perjalanan.