Selain itu, Benny menambahkan, melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti high-level meeting dan capacity building.
Pihaknya berharap, ke depan provinsi maupun kabupaten/kota di Bangka Belitung dapat menjadi contoh sukses dalam penerapan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah.
BACA JUGA:Kabar Gembira dari Bupati Fery: Ada Pemutihan PBB di Bangka 1 Hingga 31 Desember 2025
"Kami yakin bahwa perekonomian Bangka Belitung akan sejalan dengan ekonomi nasional, semakin tangguh dan berdaya tahan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kita perlu memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antar seluruh pihak.
Dengan sinergi yang kokoh, Bangka Belitung dapat terus melangkah maju sebagai daerah yang tangguh, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani yang diwakili Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bangka Belitung, Ahmad Yani menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung atas kerjasama yang erat dan berkelanjutan dalam berbagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta pengendalian inflasi di Provinsi Bangka Belitung.
BACA JUGA:75 Mahasiswa Beltim Terima Beasiswa Tidak Tetap, Bupati Dorong Penerima Pulang Membangun Daerah
"Kemitraan ini telah terjalin lama, sejak kami mengurus isu inflasi dan ekonomi bersama BI, mulai dari kantor lama di Jalan Sudirman hingga kantor baru di kawasan Perkantoran Gubernur Babel.
Dahulu, inflasi di Bangka Belitung sempat menjadi perhatian utama, bahkan provinsi kita sering disebut sebagai yang tertinggi inflasinya.
Alhamdulillah, berkat kerja keras dan sinergi kita semua, inflasi saat ini berada di angka dua koma sekian persen. Ini merupakan prestasi yang luar biasa," kata Ahmad Yani.
BACA JUGA:3 Siswa Terbaik SMAN 1 Manggar Wakili Babel pada LDBI Nasional 2025 di Yogyakarta
Ahmad Yani mengatakan, secara teori ekonomi, daerah dengan aktivitas pertambangan timah cenderung memiliki perputaran uang yang cepat, sehingga inflasi lebih mudah terjadi. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menstabilkan ekonomi melalui berbagai kebijakan dan program.
Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini.
Saat ini, kata dia, program "Satu Pelajar Satu Rekening" telah dimulai di tingkat sekolah, dengan pengelolaan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk SD dan SMP, serta pemerintah provinsi untuk SMK, SMA, dan SLB.
BACA JUGA:3 Siswa Terbaik SMAN 1 Manggar Wakili Babel pada LDBI Nasional 2025 di Yogyakarta