Azwar Anas: Waktu Sudah Mepet
WAKIL Ketua Forum Guru Lulus Passing Grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (GLPGPPPK) Hasna mengajukan permintaan khusus kepada pemerintah.
Dia meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk memprioritaskan 193.954 guru lulus PG dalam seleksi PPPK 2022.
Permintaan tersebut disampaikan lantaran Kemendikbudristek akan mengadakan rapat koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Dinas Pendidikan untuk membahas perekrutan guru honorer K2 (prioritas 2) dan non-K2 yang bekerja di sekolah negeri minimal 3 tahun (prioritas 3). Mereka belum pernah ikut tes dan tidak lulus PG PPPK 2021.
"Ini mau ada rakor lagi khusus prioritas 2 dan 3 untuk selesai PPPK 2022. Mereka diangkat tanpa tes dan hanya observasi," kata Hasna kepada JPNN.com (grup babelpos.id), Selasa (20/9). Kondisi tersebut merisaukan para guru lulus PG. Hasna dan kawan-kawannya khawatir kekacauan seleksi PPPK 2021 terulang lagi.
Hasna menyatakan seleksi tanpa tes bagi prioritas 2 dan 3 memang salah satu upaya pemerintah menyelesaikan masalah honorer. Namun, lanjut dia, pengangkatan PPPK secara bertahap.
Hasna mencontohkan, prioritas 1 didahulukan dulu honorer K2.
Setelah itu, guru honorer negeri non-K2, lulusan pendidikan profesi guru (PPG), dan guru swasta. Setelah prioritas 1 tuntas, baru angkat P2 (honorer K2). Kalau masih ada, formasi ke prioritas 3 (guru honorer negeri yang sudah 3 tahun di Dapodik)
"Jadi, diangkat secara bertahap sesuai pemaparan Kemendikbudristek dan KemenPAN-RB," ujarnya.
Sekarang ada pendataan non-ASN dengan syarat terdata Dapodik minimal 31 Desember 2021. Nah, otomatis yang sudah masuk dapodik untuk honorer baru 1 tahun. Jika semua perekrutan guru honorer sudah selesai, Hasna mengatakan pemerintah bisa melanjutkan pelamar umum.
"Saya setuju dengan Mas Nadiem bahwa perekrutan guru mendatang harus sudah mempunyai serdik jadi lebih baik dan terarah," terangnya Dia juga sangat berharap perekrutan guru lebih selektif lagi agar anak didik lebih nyaman, aman diajar oleh guru-guru berkompeten dan profesional.
Hasna mengungkapkan pengurus pusat forum GLPGPPPK akan menghadiri rapat dengan Komisi X DPR RI pada 26 September 2022. Rapat itu bertujuan untuk mengawal pengangkatan dan perekrutan ini tetap adil, tidak merugikan perioritas pertama yang sudah maksimal berjuang dan berharap banyak dengan pengangkatan tersebut.
Seleksi Akhir September?
Seperti diketahui, pemerintah menyediakan kuota penerimaan PPPK Tahun 2022 sebanyak 530.028 formasi. Sebanyak itu merupakan penetapan kebutuhan ASN 2022 untuk pusat dan daerah dari yang diusulkan sebelumnya yakni sebanyak 724.372 orang.
Ketersediaan PPPK yang ditetapkan itu secara rinci terdiri untuk pusat diusulkan sebanyak 208.758 orang dan ditetapkan sebanyak 90.690 orang.