BPS Bangka Tengah Catat 115.650 Rumah Tangga Punya Usaha
BPS dan Pemkab Bangka Tengah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi terkait Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Koba, Selasa (6/10/2026). (Foto: Antara)--
BABELPOS.ID, KOBA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat 115.650 rumah tangga memiliki usaha berdasarkan hasil pendataan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kabupaten Bangka Tengah Sigit Wibowo di Koba, Selasa, mengatakan jumlah tersebut mencapai 132,14 persen dari target awal pemetaan sebanyak 87.522 usaha.
“Pendataan dilakukan secara door-to-door untuk memastikan seluruh unit usaha dapat teridentifikasi dan diverifikasi di lapangan,” katanya dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi SE2026 Lanjutan serta Sosialisasi DTSEN di Koba.
BACA JUGA:DAMRI Buka Rute Pangkalpinang-Danau Pading Dukung Pariwisata
Ia menjelaskan rumah tangga yang memiliki usaha merupakan rumah tangga yang menjalankan kegiatan ekonomi atau usaha, termasuk aktivitas usaha yang dilakukan dari tempat tinggal.
Pendataan SE2026 di Bangka Tengah mencakup 1.033 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) yang tersebar di 66 kampung serta 64 desa/kelurahan.
Kegiatan tersebut melibatkan 214 petugas lapangan yang terdiri atas 27 pegawai organik BPS, 23 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 164 Petugas Pencacah Lapangan (PCL).
BACA JUGA:PPKn UBB Gandeng Dinbudparpora Bateng dan Pemdes Air Mesu Dorong Pengembangan SDM Pariwisata Desa
Para petugas melakukan pendataan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 secara door-to-door, termasuk menjangkau wilayah yang sulit diakses hingga pulau-pulau kecil.
Sementara itu, hasil pendataan badan usaha berbadan hukum tercatat sebanyak 6.815 usaha atau sekitar 77,48 persen dari target.
Sigit mengatakan masih terdapat sekitar 22,52 persen data yang perlu dilakukan penyisiran dan verifikasi lanjutan hingga batas akhir pendataan pada 15 Oktober 2026.
BACA JUGA:Dosen UBB Serahkan Komposter Aerasi dan Latih Warga Batu Belubang Olah Sampah Organik
Menurut dia, salah satu kendala di lapangan adalah masih adanya masyarakat yang belum terbuka memberikan informasi karena berkaitan dengan data sensitif dan privasi usaha.
"Kita terus melakukan penyisiran dan verifikasi untuk melengkapi data sehingga hasil SE2026 dapat memberikan gambaran kondisi ekonomi Bangka Tengah secara lebih akurat," ujar Sigit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
