Dari Halal Business Connect LPPOM Babel 2026, Produk Halal Babel Siap Mengglobal
--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Provinsi Bangka Belitung sukses menyelenggarakan kegiatan Halal Business Connect, Kamis (10/09/2026) yang berlangsung di Ruang Pasir Padi Lt.2 Kantor Gubernur Babel Air Itam Pangkalpinang.
Direkrut Utama LPPOM Republik Indonesia, Muti Arintawati didampingi Ketua Umum MUI Babel, Prof Hatamar Rasyid dan Direktur LPPOM Babel Muhamad Ihsan, menyatakan sikap optimisnya bahwa dari Halal Business Connect ini akan mampu untuk semakin mendorong produk-produk UMKM di Babel naik kelas, makin naik kualitasnya, punya akses pasar yang lebih luas di tingkat lokal, nasional dan internasional atau ekspor.
BACA JUGA:SMAN 3 Pangkal Pinang Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026 Siap Bawa Bangka Belitung ke Palembang
Menurutnya, peluang ini sangat terbuka karena Bangka dan Belitung termasuk salah satu daerah penghasil perikanan sehingga harus didorong betul agar produk-produk Babel bisa berkembang.
Namun untuk bisa mencapai ke arah tersebut tentu juga harus membuat suatu kondisi yang disebut dengan ekosistem halal.
Dimana ekosistem halal ini adalah kumpulan dari semua pihak yang akan menghasilkan satu rangkaian atau jaringan guna mendukung perkembangan halal di Babel di Indonesia dan global.
Dalam mencapai hal ini tentunya tidak bisa dilakukan sendiri.
BACA JUGA:Webinar KUHAP 2026, Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Kesiapan Hadapi Paradigma Baru Hukum Pidana
"Maka kami menginisiasi kegiatan LPPOM Halal business connect 2026 ini dengan harapan kita bisa mendorong pelaku UMKM bisa mendapatkan banyak pengetahuan, sharing pengalaman bersama para narsum berkompeten dalam rangka mengembangkan usaha dengan dukungan pendanaan baik dari pemerintah, perbankan dan lembaga terkait lainnya," harapnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Babel, Tarmin AB menyebut bahwa Pemprov Babel sangat mendukung acara ini dalam rangka memberikan pemahaman yang benar agar pada saatnya nanti para pelaku usaha akan semakin memahami pentingnya kebutuhan terhadap produk-produk halal ini.
Sehingga perlu mendapatkan ilmu yang tepat, tidak setengah-setengah.
BACA JUGA:Gubernur Hidayat Arsani Salurkan Bantuan Rp570,8 Juta untuk Korban Gempa Flores
"Kita berharap masalah halal ini bukan hanya menjadi persoalaan keagamaan semata, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi, sosial, kesehatan kualitas produk, pemberdayaan UMKM dan daya saing daerah.
Karena banyak sekali hal yang ingin kita capai dengan konsep halal ini," ujar Tarmin
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
