Babel Tambah Pasokan 20 ton Daging Ayam Menjelang Maulid Nabi 1448 H

Babel Tambah Pasokan 20 ton Daging Ayam Menjelang Maulid Nabi 1448 H

Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra (dok. ANTARA)--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pelaku usaha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah 20 ton daging ayam ras, guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 H di daerah itu.

"Penambahan stok ini untuk menjaga stabilitas harga daging ayam menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Jumat.

BACA JUGA:Gak Kaleng-kaleng, Ini 6 Khasiat Luar Biasa Daun Singkong untuk Kesehatan Tubuh

Ia mengatakan saat ini stok daging ayam ras di lima gudang distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 400,3 ton dan dengan adanya penambahan pasokan baru 20 ton ini, maka total stok daging ayam mencapai 420,3 ton.

"Kami pastikan stok daging ayam ras ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW nanti," katanya.

BACA JUGA:Pemkab Bangka Selatan Perjuangkan 1.213 PPPK Paruh Waktu

Ia menyatakan hasil pemantauan harga daging ayam ras eceran di Pasar Pembangunan Pangkalpinang pada Kamis (20/8) naik menjadi Rp44.500 per kilogram dibandingkan Harga sebelumnya Rp43.500 per kilogram.

Sementara itu, harga ayam kampung masih bertahan Rp80.000 per ekor, harga daging sapi paha belakang bertahan Rp150.000 per kilogram, daging sapi paha depan Rp150.000 per kilogram, daging sapi sanding lamur Rp126.000 per kilogram, daging sapi tetelan Rp85.000 per kilogram.

BACA JUGA:Semarak HUT RI ke-81, PT Timah Bersama Pemda Hadirkan Ruang Usaha bagi UMKM Bangka Barat

"Saat ini harga daging ayam ras ini sudah mulai merangkak naik, karena permintaan sudah mengalami peningkatan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.

Menurut dia, permintaan daging ayam ini meningkat, karena masyarakat akan menggelar "nganggung" sebagai merupakan tradisi masyarakat Kepulauan Babel membawa makanan menggunakan dulang untuk disantap bersama di masjid.

BACA JUGA:Wabup Bangka Selatan Kunjungi Mahasiswi Korban Penganiayaan

"Nganggung ini merupakan tradisi masyarakat untuk menyambut dan merayakan hari besar keagamaan Islam, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi dan lainnya, sehingga berdampak langsung terhadap permintaan berbagai bahan  pokok di pasar," katanya.

BACA JUGA:TK Pertiwi Pangkalpinang Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Kegiatan Ceria dan Edukatif

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: