Permintaan Daging Ayam Tinggi Karena Program MBG

Permintaan Daging Ayam Tinggi Karena Program MBG

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin.--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Wali Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saparudin menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemicu permintaan daging ayam di Kota Pangkalpinang sehingga berdampak terhadap harga komoditas itu.

"Permintaan daging ayam ini tinggi sehingga stok berkurang untuk memenuhi permintaan masyarakat dan dapur MBG," kata Saparudin di Pangkalpinang, Minggu.

BACA JUGA:Ngopi Pagi Bisa Melancarkan BAB

Ia mengatakan dalam memenuhi kebutuhan daging ayam masyarakat, Pemerintah Kota Pangkalpinang hanya mengandalkan pasokan dari Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat dan Palembang Sumatera Selatan, karena produksi ayam potong peternak lokal terbatas.

"Kita hanya mengharapkan pasokan ayam potong dari luar daerah.

Oleh karena itu, para pelaku usaha dan pedagang untuk terus meningkatkan pasokan ayam potong ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapur MBG di daerah ini," katanya.

BACA JUGA:Posbakum ‘Aisyiyah Bangka Resmi Dilantik, Siap Beri Layanan Bantuan Hukum Bagi Perempuan dan Anak

Ia menyatakan berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, harga daging ayam potong di sejumlah pasar masih berkisar Rp48.000 hingga Rp50.000 per kilogram atau meningkat dibandingkan harga normal Rp35.000 per kilogram.

"Kita terus mendorong pedagang untuk lebih meningkatkan pasokan ayam potong ini untuk menekan harga daging ayam ini," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan menyatakan DPKP terus mendorong masyarakat untuk lebih mengembangkan usaha peternakan unggas ini, guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi.

BACA JUGA:Coach Herdman Belum Pernah Turunkan Formasi Terbaik Indonesia

Ia mengatakan saat ini populasi ayam buras di peternakan ayam masyarakat sebanyak 925.005 ekor tersebar di Kabupaten Bangka 64.338 ekor, Bangka Barat 116.970 ekor, Bangka Tengah 400.639 ekor, Belitung 110.690 ekor, Belitung Timur 232.368 ekor.

"Alhamdulillah, animo masyarakat mengembangkan usaha peternakan ayam buras ini cukup tinggi, karena permintaan masyarakat dan dapur MBG terhadap telur dan daging ayam yang tinggi," ujarnya

BACA JUGA:Cocok untuk Nostalgia di Jalanan, Ini 5 Motor Klasik yang Tetap Melegenda di Indonesia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: