Daring Meeting Room Bersama Kemendagri, Algafry Rahman Suarakan Isu Strategi Daerah
--
BABELPOS.ID, KOBA - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman mengikuti daring Meeting Room kegiatan Reboan atau Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah, bersama Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), di ruang rapat kantor Bupati.
BACA JUGA:Posyandu Sakura Resmi Beroperasi di Koba, Algafry : Sinergi Untuk Masyarakat
Dalam topik pembahasan yang menjadi substansi meliputi evaluasi serta upaya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan Ditjen Otda kepada Pemerintah Daerah, Inventarisasi dukungan Ditjen Otda Kemendagri dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Daerah, isu dan permasalahan lainnya terkait penyelenggaraan pemerintah daerah, hingga pembahasan berbagai persoalan aktual yang dihadapi pemerintah daerah.
Algafry Rahman menyampaikan kegiatan Reboan menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
BACA JUGA:Begini Kronologi Truk Muatan Beras Gagal Menanjak, Hingga Hantam Pengendara Motor
“Reboan ini tentunya membantu karena kita bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi kendala serta menyampaikan berbagai masukan dan kebutuhan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya, Rabu (22/07).
Bupati juga melihat forum ini sangat positif karena Kemendagri tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga berperan sebagai jembatan komunikasi dan penguat koordinasi antara pemerintah daerah dengan kementerian/lembaga.
BACA JUGA:Pemkab Bangka Tengah Kembangkan Ikan Air Payau Atasi Paceklik Nelayan
“Kemendagri juga dapat mendorong kementerian/lembaga lainnya agar dapat menjawab persoalan, masukan, dan kendala yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
Dan tadi kita juga sudah menyampaikan beberapa persoalan, seperti kawasan hutan, inflasi, DAK dan DAU, pelabuhan, koperasi desa dan kelurahan merah putih, dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Ia juga berharap hasil dari kegiatan Reboan dan berbagai masukan yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang responsif, adaptif, serta berpihak pada kebutuhan daerah.
BACA JUGA:BPBD Bangka Tengah Catat 30 Kejadian Karhutla
Hal ini juga mengingat banyaknya pembangunan yang belum merata di tiap tiap daerah, sehingga melalui forum ini pihaknya bisa saling bertukar pikiran dengan para kepala daerah lainnya, dan itu semua demi kemajuan di daerah.
"Ini bukan hanya sekedar seremonial saja, tetapi bagaimana para kepala daerah ini mempunyai visi misi yang sama yakni, memajukan daerah yang di pimpin," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
