Minta Jadwal Ulang, Terungkap Alasan Erzaldi Tak Hadir Sidang Tipikor Tanam Pisang Tumbuh Sawit

Tim Penasehat Hukum Erzaldi Rosman. --Foto Reza
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Tim penasehat hukum (PH) mantan Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Johan, Berry mengungkap alasan ketidak hadiran kliennya dalam sidang tipikor pemanfaatan hutan pada satuan pemanfaatan hutan di Desa Labu Air Pandan dan Kotawaringin Kabupaten Bangka 2017 sd 2023, yang digelar di Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang, Rabu (26/2).
Menurur Berry klienya tidak hadir disebabkan masih berada di luar kota. "Beliau masih ada tugas partai di Jakarta. Sehingga pada panggilan pertama dari JPU belum bisa dipenuhi. Hal ini juga sudah kita komunikasikan kepada pihak JPU-nya," kata Berry didampingi 2 rekanya Andira dan Resa.
Atas panggilan pihak JPU untuk bersaksi, klienya akan memenuhinya. Hanya saja butuh waktu untuk menyesuaikan dengan jadwal klien yang padat. "Insya Allah klien kita akan penuhi panggilan sebagai saksi. Kita minta jadwal ulang lagi," ujarnya.
BACA JUGA:Menanti Kesaksian Mantan Gubernur Erzaldi di Sidang Tipikor Tanam Pisang Tumbuh Sawit
Berry juga meluruskan pemberitaan terkait surat pemanggilan untuk klien baru satu kali. "Kita luruskan surat pemanggilan yang klien terima bukan ke 2 tapi baru 1 kali. Tolong luruskan," pintanya.
Seyognya Erzaldi dijadwalkan tim JPU Kejaksaan Tinggi Babel bersaksi di sidang Tipikor tanam pisang tumbuh sawit itu.
Erzaldi, akan bersaksi soal penandatanganan naskah kerjasama kawasan hutan seluas 1500 hektar atau MoU dengan Ari Setioko selaku Dirut PT Narina Keisha Imani (NKI).
Terungkap kalau MoU tersebut ternyata ditandatangani Erzaldi di sekitar parkiran di kantor Gubernur tahun 2017 lalu.
BACA JUGA:Ini Kata Datuk Ramli Soal PT SAML yang Diseret H Marwan Telah Rugikan Negara
BACA JUGA:Sidang Tipikor Tanam Pisang Tumbuh Sawit, Marwan Tanya Andi Hudirman Soal Dugaan Aliran Uang
Selain itu, dalam dakwaan JPU telah mengungkap adanya dugaan kuat peran Erzaldi -pasca tanda tangan MoU- sempat meminta separuh lahan 1500 hektar milik PT NKI itu. Namun terdakwa Ari Setioko tidak menyetujuinya.
Persidangan saat ini sedang berlangsung dengan menghadirkan 4 saksi, yakni 2 Direktur PT NKI, Reza Maryadi (2017) dan Reza Aditama (2018) -sepupu terdakwa Ari Setioko, serta 2 PNS DLHK Feri Aprianto dan Yudi.
Ari Setioko sendiri saat ini sudah menjadi terdakwa bersama dengan para pejabat dan PNS Dinas Kehutanan Pemprov Bangka Belitung, yakni H Marwan (mantan Kadis), dan 3 PNS yakni Dicky Markam, Bambang Wijaya dan Ricki Nawawi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: