Miliki Peralatan yang Cukup Memadai, Safriati Ingin Desa Limbongan Jadi Sentra Tenun

Miliki Peralatan yang Cukup Memadai, Safriati Ingin Desa Limbongan Jadi Sentra Tenun

--

BABELPOS.ID, GANTUNG - Saat mengunjungi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kerajinan Tenun Gunong Lumut pada Kamis (22/02/2024), Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Safriati Safrizal berharap KUB ini menjadi sentra tenun di Desa Limbongan, Kecamatan GANTUNG, Kabupaten Belitung Timur tersebut.

Hal itu dikarenakan KUB yang berada dibawah binaan Disperindag Kabupaten Belitung Timur itu telah memiliki 3 mesin alat tenun bukan mesin (ATBM) dan 2 Mesin dobby. Safriati menyayangkan jika peralatan tersebut tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian desa. 

"Alatnya banyak. Harus dimanfaatkan," ajaknya ketika mengetahui bahwa ketersediaan alat tenun disini cukup banyak yang didapat dari hibah pemerintah. 

BACA JUGA:Wow! 99% Total Transaksi BRI Dilakukan Secara Digital

Berbincang dengan salah satu penenun yang berusia remaja, Safriati menyemangati untuk terus aktif menenun sehingga mendapat nilai ekonomi. 

"Kamu masih muda, kamu juga bisa berkreasi motif sesuai dengan keinginan kamu sendiri. Saya senang melihat anak-anak muda seperti ini," ungkapnya memuji. 

BACA JUGA:PT Timah Edukasi Siswa TK Stannia tentang Penanganan Kebakaran

Kesempatan berkarya, disarankannya bisa dimulai dari anak-anak yang mungkin putus sekolah, yang bertujuan agar selain bisa berkreasi namun juga bisa mendapat penghasilan tambahan. 

"Luangkan waktu untuk membuat tenunan ketimbang hanya untuk main handphone," tegasnya menyarankan. 

Melihat hasil salah satu produksi, Safriati tidak hanya memuji, tetapi juga membeli produk untuk koleksi pribadi.

BACA JUGA:Banyak Kayu Gelondongan di Sungai Nyire, Diangkut Tronton, Diduga Ilegal Logging?

"Saya menyarankan, gunakan bahan dengan kualitas bagus, misalnya benang emas dan sebagainya, karena capeknya sama, waktu yang dihabiskan juga sama, tetapi nilai jualnya lebih tinggi," jelasnya. 

Sebagai informasi, KUB itu sendiri mampu menghasilkan produk seperti kain, selendang, kain penutup keminangan, hingga taplak meja dan lainnya. Dimana sistem produksi berjalan sesuai pesanan. Namun, hingga kini mereka memiliki kendala yakni keterbatasan SDM hingga pemasaran.

BACA JUGA:Kanwil Kemenag Babel Bahas Rencana Kerja Pada Aplikasi E-Kinerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: