DPRD Babel Terima Pengaduan Sopir Lintas Babel
Ketua DPRD Didit Srigusjaya saat menerima para sopir lintas dan Dishub Babel. --Foto IST
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima pengaduan para sopir angkutan barang lintas Pulau Bangka-Belitung terkait kerusakan dermaga di Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan.
"Akibat kerusakan ini, para sopir angkutan yang biasa melayani trayek Belitung-Bangka menjadi terdampak, karena pelayanan kapal feri di pelabuhan itu dipindahkan ke Pelabuhan Pangkalbalam. Hari ini kita juga mengundang PT ASDP Cabang Bangka dan Dinas Perhubungan untuk mencari solusi terbaik, baik dari sisi percepatan perbaikan dermaga maupun penyesuaian tarif baru dampak dari pengalihan sandar kapal dari Sadai ke Pangkalbalam," kata Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Babel Didit Sri Gusjaya, Senin (20/7).
Menurut dia, akibat kerusakan dermaga di Pelabuhan Sadai, aktivitas bongkar muat-penumpang di Pelabuhan Sadai dihentikan sementara karena berisiko terhadap keselamatan dan aktivitas bongkar muat dipindahkan ke Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.
"Dari audiensi tadi GM ASDP Cabang Bangka berupaya agar operasional Pelabuhan Sadai bisa pulih secepatnya, ASDP juga berkoordinasi dengan PT Pelindo karena untuk sementara pelayanan sandar dialihkan ke Pelabuhan Pangkalbalam," katanya.
"Kita berupaya yang terbaik karena persoalan ini berpengaruh terhadap sektor ekonomi masyarakat Bangka dan Belitung, kita khawatir distribusi barang-barang yang dibutuhkan masyarakat akan terhambat jika tidak segera diselesaikan. Kami juga akan segera berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan RI, agar persoalan ini segera diselesaikan," tegasnya.
BACA JUGA:DPRD Babel Minta Dindik Segera Laksanakan Bantuan Siswa Sekolah Swasta
BACA JUGA:​DPRD Babel Desak Pertamina Atasi Antrean Panjang BBM, Ini Respon Pertamina
General Manager PT ASDP Cabang Bangka Agustinus Cahyo memastikan pihaknya berupaya agar operasional dermaga Pelabuhan Sadai dapat secepatnya kembali berjalan normal.
"Setelah kejadian kerusakan dermaga, kami sudah mencoba menyandarkan kapal di dermaga yang letaknya persis di sebelah pelabuhan, namun uji coba gagal, kapal tidak bisa sandar karena kondisi cuaca dan faktor teknis dermaga yang tidak memungkinkan," ujarnya.
Akibat gagal uji coba tersebut, akhirnya pelayanan sandar kapal feri dipindahkan ke Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.
Pemindahan sementara sandar kapal, lanjut dia, berdampak pada perubahan pola pelayanan karena membutuhkan sejumlah penyesuaian, terutama terkait perizinan agar kapal feri dapat menggunakan BBM bersubsidi.
"Perlu izin karena jika belum memiliki izin, maka kapal harus menggunakan BBM industri. Sebelum ini kami memang tidak pernah beroperasi di Pelabuhan Pangkalbalam, sehingga perubahan sandar kapal ini membutuhkan izin dari pihak Pelindo, selain itu juga diperlukan penyesuaian tarif karena jarak lintasan berubah," jelasnya.
Jarak lintasan kapal dari Pulau Belitung yang selama ini sandar di Pelabuhan Sadai sekitar 82 mil. Sedangkan, jika sandar di Pelabuhan Pangkalbalam berjarak 113 mil, artinya ada penambahan jarak sekitar 30 mil yang tentu menambah biaya operasional.
"Penyesuaian tarif ini kemungkinan akan diberlakukan karena belum ada kepastian waktu pemulihan dermaga Pelabuhan Sadai, jika perbaikan hanya berlangsung satu atau dua bulan, mungkin masih bisa menggunakan tarif lama," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
