AGAR RUMAH ITU “KOKOH” BERDIRI
BPJS Kesehatan Babel--Foto IST
Overview Aspek Kepesertaan JKN
Prop. Kep Bangka Belitung
Program JKN , sebagai Rumah tempat Berlindung
BABELPOS.ID - HIS seorang pasien cuci darah dari Kabupaten Bangka Tengah, telah menjalani rutin cuci darah selama 2 Tahun. Merasa sangat berterima kasih dengan adanya program JKN.” Tidak terbayang jika harus mengeluarkan uang sendiri“ ujarnya. Ya sebulan BPJS Kesehatan mengeluarkan pembiayaan layanan kesehatan untuk satu pasien cuci darah sebanyak Rp 7.400.000,- per bulan per orang. Untuk satu pasien cuci darah, perlu dibantu oleh 120 pasien sehat lainnya. Dan selain HIS masih terdapat 605 Pasien HD di Provinsi Kep. Bangka Belitung yang merasakan manfaat yang sama.
Diluar itu kasus HD (hemodialisa) tentu masih banyak kasus-kasus lainnya yang telah dibiayai melalui gotong royong kita bersama lewat Program JKN ini sehingga banyak keluarga yang menjadi tenang dan tetap memiliki harapan ditengah cobaan sakit yang mereka atau salah satu keluarganya hadapi.
Untuk Provinsi Bangka Belitung sendiri, dapat disampaikan dari bulan Januari hingga Agustus 2026, BPJS kesehatan telah mengeluarkan belanja kesehatan sebanyak 570 M di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama. Belanja yang tentunya menjadi manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, karena secara langsung menggambarkan proteksi finansial program ini kepada masyarakat. Meski belanja layanan kesehatan ini belum diimbangi dengan penerimaan Iuran yang seimbang, dimana sampai dengan Agustus 2026 Penerimaan Iuran JKN di Provinsi Bangka Belitung sebesar 523 M.
Maka tak heran ketika ada sebuah akun media sosial “filosofis.id”, yang telah banyak direpost oleh akun lainnya, menyematkan Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sebagai satu dari tiga dari inovasi besar yang membanggakan Indonesia di Kancah Internasional. Tidak hanya itu, Program ini telah menjadi sandaran jutaan masyarakat ketika harus berhadapan dengan kondisi “sakit” dan biaya layanan kesehatan yang tidak sedikit. Tanyalah kepada masyarakat disekitar kita golongan menengah kebawah yang jumlahnya secara nasional mencapai lebih dari 113 Juta jiwa, apa yang ada di “top of mind” mereka sebagai pilihan perlindungan finansial ketika membutuh perlindungan akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan. Bahkan pada kondisi layanan berbiaya katastropik ( seperti kanker, jantung dan Hemodialisa) tidak jarang masyarakat golongan atas pun pada akhirnya menggunakan program JKN. Hal yang melegakan tentunya, bahwa melalui program JKN , negara berhasil menghadirkan “RUMAH” tempat berlindung bagi jutaan masyarakat Indonesia
Namun sebagai sebuah “RUMAH” bagi jutaan masyarakat maka “MERAWAT”nya menjadi sangat penting. RUMAH ini dibangun dengan 3 Pilar Utama diatas Fondasi Kuat nilai budaya yang mengakar yaitu : GOTONG ROYONG (sebagai mana ilustrasi gambar 1)
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Menguatkan Risk Pooling melalui Kepesertaan Wajib SEBAGAI Pilar Pertama
Ketika Yang sehat dengan “ikhlas” tetap membayar iuran untuk menopang mereka yang “sakit” dan Yang “Kaya” rela untuk membayar lebih dibanding mereka yang miskin. Apabila perilaku-perilaku inilah yang di pahami dan dilaksanakan dengan baik maka kita tengah merawat PILAR PERTAMA dari Rumah JKN ini. Kata kuncinya “Pastikan Kepesertaan JKN anda aktif”, apapun status sosial yang dimiliki. Yang “Kaya” mungkin belum membutuhkan karena punya asuransi komersial yang menyediakan "alur istimewa” dalam layanan kesehatannya. Namun premis dalam program JKN sebagai asuransi sosial bagi kelompok masyarakat mapan adalah “ wajib menjadi peserta, namun tidak wajib menggunakannya”.
Lalu bagaimana Kondisi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kontek Pilar pertama ini? Data per 01 September menunjukkan, meski 1.559.105 jiwa masyarakat telah mendaftar menjadi peserta JKN (98,67% dari Jumlah Penduduk) , namun terdapat 233.937 Jiwa dalam kondisi tidak aktif. Peserta tidak aktif terbesar ada pada kelompok peserta “Mandiri” sebanyak 104.338 jiwa. Dan masih terdapat terdapat 21.080 jiwa masyarakat yang belum mendaftar sebagai peserta.
Sebagai pada gambar 2 diatas , secara proporsi kepesertaan di Provinsi Kep. Bangka Belitung, mayoritas pada segmen yang dibantu oleh pemerintah baik pemerintah daerah (PBPU Pemda) maupun Pemerintah Pusat (PBI JK) . Persentasi peserta aktif tertinggi ada di Kabupaten Belitung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
