Bangka Prioritaskan Pegawai Non Database Terima Program Ikopena
Insyira Subagia--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memprioritaskan pegawai non database atau tidak masuk dalam database untuk menerima Program Inovasi dan Kolaborasi dalam Rangka Pengentasan Pengangguran (Ikopena).
"Kami memprioritaskan pegawai non database untuk mendapat layanan program Ikopena karena dinilai memiliki komitmen berwirausaha," kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakerperindag Bangka Insyira Subagia di Sungailiat, Kamis.
Program Ikopena merupakan program inovasi untuk memberikan ruang pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat yang belum mendapat pekerjaan atau pengangguran.
"Tercatat lebih dari 200 tenaga non database yang saat ini dipekerjakan pemerintah Kabupaten Bangka sebagai tenaga outsourcing di sejumlah organisasi perangkat daerah," jelas dia.
Ia mengatakan, program ini akan melibatkan peran serta dari BUMN, BUMD dan pihak swasta di Kabupaten Bangka.
Penerima manfaat akan memperoleh pelatihan kewirausahaan sehingga diharapkan mampu membuka usaha mandiri.
BACA JUGA:Di Pelantikan Ketua GOW Pangkalpinang , Wali Kota Ajak Satu Visi di Pembangunan Daerah
Selain tenaga non database, layanan program Ikopena juga akan menyasar masyarakat, yang akan mendapat pelatihan awal membuat kue.
"Tahap awal kami akan membuka pelatihan membuat kue yang akan dilatih oleh tenaga yang ahli di bidang itu," jelas dia.
Ia mengatakan, pihaknya tidak akan membatasi latar belakang pendidikan calon peserta pelatihan, mulai dari lulusan SD hingga sarjana diperbolehkan mendaftar menjadi calon peserta pelatihan.
BACA JUGA:Pemprov Babel Imbau Orang Tua Batasi dan Awasi Anak Gunakan Medsos
"Kami jadwalkan selama satu tahun akan di buka dua kali kegiatan pelatihan untuk masyarakat yang belum mendapat pekerjaan," ujar Insyira Subagia.
Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka tercatat jumlah pengangguran di Kabupaten Bangka hingga akhir 2025 sebanyak 8.683 orang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
