Ini Penyebab Masyarakat Kesal Kepada PT. BPP
JUT rusak yang dipersoalkan warga Desa Nangka. --Foto Ilham
BABELPOS.ID, TOBOALI - Kekesalan masyarakat atas hancurnya Jalan Usaha Tani (JUT) diduga oleh pembangunan pabrik kelapa sawit PT Bukit Palma Prima (PT BPP) di Desa Nangka, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (11/6).
Ketua Forum Peduli masyarakat Nangka, Suryadi kepada Babel Pos, mengisahkan asal jalan yang rusak tersebut. "Jalan tersebut awalnya jalan lama dan sebelum saya lahir sudah ada jalan ini. Lalu, ditingkatkan terus oleh salah satu warga pak Rusli dengan alat berat, sekitar 2 kilometer dan dihibahkan untuk masyarakat. Kemudian, pada 2013 Pemkab melakukan peningkatan untuk Jalan Usaha Tani (JUT)," jelasnya, Rabu (10/06).
Namun kini jalan ini diduga dirusak oleh pihak perusahaan. Sosialisasi ataupun koordinasi juga tidak dilakukan oleh pihak perusahaan untuk memakainya. Pihaknya ingin mengetahui jelas terkait status jalan yang dirusak ini. Karena peningkatan jalan ini menggunakan uang negara atau APBD.
Proses pergantian jalan alternatif juga tanpa ada koordinasi yang jelas maupun penjelasannya. Awalnya jalan JUT ini lurus, tetapi sekarang menjadi jauh dan tentunya menambah cost masyarakat.
"Kita mempertanyakan terkait jalan ini, karena JUT ini pakai APBD tetapi sekarang ini statusnya tidak jelas," ujarnya.
BACA JUGA:Bantah Terima Gratifikasi dari Perusahaan Pabrik Sawit di Desa Nangka, Bayumi; Tidak Benar!
BACA JUGA:Warga Laporkan Kades Nangka ke Kejari Basel
Disebutkannya juga, jalan alternatif ini juga baru dibangun pada 18 April 2026, dan itu karena warga ramai ramai protes jalannya diputus, sehingga warga susah melewati jalan hancur itu. Bahkan ada masyarakat yang tidak bisa memanen sawitnya karena jalannya rusak.
"Masyarakat ini, tidak menolak adanya investasi di desa. Tetapi jangan mengganggu jalan usaha masyarakat. Poinnya masyarakat tidak mau diganti JUT nya, sampai statusnya jelas," tegasnya.
Diketahui, pada hari ini masyarakat desa Nangka melakukan RDP bersama DPRD Provinsi Babel. Masyarakat akan mengajukan beberapa poin tuntutan terhadap pihak perusahaan.
BACA JUGA:Diduga Main Rokok Ilegal di Basel, AP Ternyata Bos Timah
BACA JUGA:Residivis Pembubuhan di Basel Ancam Petugas Dengan Revolver Rakitan, Diburu Dalam Operasi Narkoba
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
