RAPBD Belitung 2027 Tembus Rp1 Triliun, 4 Arah Pembangunan Jadi Prioritas

Selasa 06-10-2026,13:55 WIB
Reporter : Yudiansyah/BE
Editor : Govin

BABELPOS.ID, TANJUNGPANDAN – Rancangan APBD (RAPBD) Kabupaten Belitung 2027 diproyeksikan menembus Rp1 triliun dari sisi belanja.

Dalam nota pengantar yang disampaikan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, pendapatan daerah dipatok Rp955,23 miliar, sementara belanja mencapai Rp1.009,07 miliar dengan pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas.

Raperda tentang APBD Kabupaten Belitung Tahun Anggaran 2027 disampaikan Djoni dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Belitung, Senin (5/10/2026).

Dari sisi pendapatan, proyeksi RAPBD 2027 meningkat Rp85,25 miliar dibandingkan APBD 2026. Pertumbuhannya mencapai sekitar 9,8 persen.

BACA JUGA:Pemkot Bersama Kanwil Ditjenpas Babel Siap Kembangkan Kawasan Pembangunan Pangan Terpadu Tua Tunu

Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp216,01 miliar dan Pendapatan Transfer Rp739,22 miliar.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1.009,07 miliar.

Angka tersebut naik Rp77,20 miliar atau sekitar 9,3 persen dibandingkan APBD 2026 yang berada di angka Rp931,87 miliar.

Belanja Daerah Diarahkan ke Prioritas Pembangunan

Bupati Djoni menegaskan peningkatan anggaran belanja tidak dimaksudkan sekadar memperbesar pengeluaran pemerintah daerah.

Menurutnya, kenaikan tersebut harus menjadi ruang untuk memperjelas program yang menjadi prioritas dan memastikan anggaran memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:Indonesia Gelar Dialog Global Bahas Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara

“Dengan demikian, kenaikan belanja bukan ruang untuk memperbesar pengeluaran, tetapi ruang untuk memperjelas prioritas dan memastikan anggaran menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat,” kata Djoni, dikutip dari Antara.

Dalam RAPBD 2027, Pemkab Belitung menetapkan empat arah utama pembangunan.

Pertama, mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, potensi lokal, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kategori :