"Pemerintah Provinsi Babel siap terus membangun sinergi dan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem halal di Bangka Belitung.
Kita ingin halal tidak hanya menjadi label pada sebuah produk tetapi juga menjadi bagian dari kualitas perencanaan dan daya saing ekonomi di daerah.
Maka dari itu Pemprov Babel siap berkolaborasi dengan MUI Babel agar masyarakat Babel menjadi masyarakat yang sehat dan sejahtera," harap Tarmin.
BACA JUGA:Sidang TPP Lapas Narkotika Pangkalpinang Bahas Hak 69 Warga Binaan
Adapun Direktur LPPOM Babel Muhammad Ihsan menjelaskan bahwa pelaku UMKM khususnya di bidang makanan dan minuman di Bangka Belitung hingga saat ini mencapai
100 ribu lebih. Ada 4300 program sertifikasi halal reguler yang ditangani oleh LPPOM Babel dan self declear oleh Lembaga Pendamping proses produk Halal (LP3H) 10 ribu sehingga totalnya mencapai 15 ribu.
Diakui Ihsan bahwa dengan kurang lebih 100 ribu jumlah pelaku umkm di bidang makanan dan minuman, tetapi secara porsentase produk usaha yang sudah tersertifikasi halal masih di bawah 30 persen.
BACA JUGA:Sadis, Begini 12 Adegan Detik-detik Pembunuhan Anak Bawah Umur di Durin Gusung
"Melalui connecting the halal ecosystem" maka kami yakin bahwa LPPOM Babel akan terus mampu dan tumbuh sebagai pusat pelayananan serifikasi halal yang membangun kolaborasi, memberikan edukasi dan pusat kemajuan ekonomi halal di Babel,"ujarnya
Ihsan juga memastikan bahwa LPPOM Babel siap terbuka untuk berkolaborasi, berkonsultasi dengan berbagai instansi strategis khususnya dalam mengejar target monitoring halal sebelum 17 Oktober 2026 maupun setelahnya.
Menuju terwujudnya Babel negeri Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur yakni negeri yang baik, aman, makmur, dan diberkahi oleh Allah Swt.
BACA JUGA:E-Voting Kakanwil Berlanjut, Kini Giliran Pegawai Kemenkum Banten Memilih
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel dan Fakultas Hukum UBB Perkuat Kolaborasi Peningkatan Kualitas Kebijakan Hukum