BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan memastikan bahwa tidak ada gejolak yang berarti terkait persoalan mengenai pengelompokan desil alias pembagian masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan di Bangka Belitung.
Meskipun persoalan desil ini secara nasional saat ini memang tengah menjadi topik heboh dalam perbincangan di berbagai kalangan masyarakat mengingat banyaknya warga pas-pasan atau kurang mampu namun justeru masuk dan tercatat di desil tinggi (seperti desil 9 atau 10) yang dikategorikan sebagai kelompok sejahtera.
Namun ia menilai bahwa kesemerawutan persoalan desil ini di tingkat pusat saat ini sedang dirapikan oleh Pusat Data Informasi Kemensos terkait.
Sehingga selanjutnya Pekerja Sosial Masyarakat ( PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) di lapangan juga akan mengklarisifkasi kepada kelompok-kelompok rentan desil 1, desil 2 yang terlempar masuk ke desil 9 - 10 yang sejatinya adalah kelompok masyarakat sejahtera.
Agar data yang tersedia menjadi lebih akurat.
"Jangan sampai yang memang berhak menerima justeru sebaliknya dihapus dari data Dinsos.
Dan saya yakin di Babel sudah ada progress," ujar Darlan ditemui wartawan usai membuka kegiatan silaturahmi Hut RI Ke 81 bersama jajajaranya baru baru ini.
BACA JUGA:Menhut Minta Pendinginan Karhutla Kalbar Dimasifkan
BACA JUGA:Mencari Skala Ideal Dapur MBG
BACA JUGA:Audit SPPG Tingkatkan Kualitas MBG