BABELPOS.ID, KOBA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan perusahaan pemasok ayam untuk menjaga ketersediaan pasokan guna mengendalikan harga komoditas tersebut di pasaran.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam di Koba, Selasa, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyikapi kenaikan harga ayam ras pedaging yang saat ini mencapai Rp48.000 hingga Rp49.000 per kilogram.
BACA JUGA:Semangat! Bupati & Wakil Bupati Bangka Ikut Pawai HUT RI ke-81
"Kami berharap pihak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat menyikapi secara bijak agar kenaikan harga ayam dapat terkendali dengan baik," katanya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026.
Ia mengatakan pengendalian harga perlu dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat, terutama karena permintaan ayam meningkat.
BACA JUGA:Data Jual Beli Pemain 20 Klub Liga Inggris Jelang Liga 2026-2027, Morgan Rogers Termahal
Menurut dia, kebutuhan ayam di Bangka Tengah turut meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dilaksanakan melalui enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, kata dia, kondisi cuaca berupa angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan hasil tangkapan ikan menurun sehingga permintaan masyarakat terhadap ayam sebagai alternatif lauk meningkat.
BACA JUGA:Yusril Kumpulkan Gub Babel, Bupati Belitung, Beltim dan PT Timah, Hasilnya Timah Rakyat akan Dibeli
Syarifullah mengatakan pemerintah daerah telah memetakan sumber pasokan ayam di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berasal dari empat perusahaan besar, yakni PT Semesta Mitra Sejahtera, PT Ciomas Hadi Satwa, PT Panca Patriot Prima, dan PT Satwa Utama.
"Kita perlu memastikan pasokan tetap tersedia sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga bisa kembali terkendali," ujarnya.
Ia menyebutkan berdasarkan informasi dari perusahaan pemasok, kondisi harga ayam diperkirakan mulai kembali stabil pada pertengahan September 2026.
"Informasi dari teman-teman perusahaan, diperkirakan pada pertengahan September 2026 harga ayam akan kembali stabil dan bisa turun," katanya.
BACA JUGA:Setetes Darah untuk Sesama, Kanwil Kemenkum Babel Maknai Hari Pengayoman ke-81
Harga ayam yang berada pada kisaran Rp48.000 hingga Rp49.000 per kilogram saat ini berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40.000 per kilogram dan tercatat menjadi salah satu komoditas yang mempengaruhi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bangka Tengah sebesar 3,26 persen.