Kemudian di Kecamatan Gantung, kebakaran terjadi di kawasan Desa Lenggang hingga Desa Selinsing, termasuk sebagian wilayah Desa Batu Penyu.
Robby mengatakan karakteristik lahan yang luas dan kering membuat beberapa lokasi tersebut berpotensi kembali terbakar apabila tidak segera ditangani.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, BPBD Beltim tidak bekerja sendiri. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah unit pemadam kebakaran, baik milik pemerintah maupun perusahaan.
Saat ini, dua unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Belitung Timur di bawah Satpol PP dan Damkar turut mendukung penanganan karhutla.
Untuk wilayah Kelapa Kampit, Payak, hingga Buding dan Cendil, BPBD mendapatkan dukungan dari unit pemadam kebakaran perusahaan, di antaranya PT SWP, Farit Sembada, dan AKS.
BACA JUGA:Refleksi Kebudayaan di Negeri Akal Sehat yang (Katanya) Merdeka
Sementara untuk wilayah Dendang dan Semangpesa, penanganan juga mendapat dukungan dari unit pemadam kebakaran milik PT SMM.
“Alhamdulillah kami juga dalam penanganan ini berkolaborasi, bekerja sama dengan kawan-kawan unit pemadam kebakaran di beberapa instansi,” ungkap Robby.
Dukungan lainnya juga datang untuk wilayah Jalan Tengah, Renggiang hingga Simpang Tiga, yang dibantu oleh unit pemadam kebakaran Batalyon Infanteri Ksatria Satam.
BACA JUGA:Bareskrim Ungkap Jaringan Penyelundupan Emas ke Dubai
Robby menegaskan, kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menghadapi tingginya frekuensi karhutla di Beltim, terutama ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di sejumlah titik.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD Beltim mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan kering dan area terbuka yang mudah terbakar.
BACA JUGA:Harlah ke-35 Bayu Sejati di Pangkalpinang, Kapolresta Tekankan Persatuan Jaga Kamtibmas
BACA JUGA:Polres Bangka Barat Bagikan Ratusan Bendera Semarakkan HUT RI
BACA JUGA:Kementerian UMKM: Serapan KUR di Babel Rp1,58 triliun