DPRD Kabupaten Bangka Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat 14-08-2026,16:27 WIB
Reporter : Tri/Adv
Editor : Govin

//Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

BABELPOS.ID, SUNGAILIAT — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka menggelar Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi, S.IP., M.AP., dengan didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD, M. Taufik Koriyanto, S.H., M.H. Suasana rapat berlangsung khidmat dengan kehadiran Bupati Bangka Fery Insani, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Bangka Syahbudin, S.IP., M.Tr.IP.

BACA JUGA:Ini Respon Kapolda Babel Soal Tambang Ilegal yang Disinggung Presiden Prabowo

Turut hadir dalam kesempatan tersebut segenap unsur FORKOPIMDA Kabupaten Bangka, Plt. Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Dinas dan Kantor, para Camat, hingga para Lurah.

Acara ini juga diikuti oleh pengurus Dharma Wanita, anggota Paskibraka, insan pers, serta para tamu undangan lainnya.

BACA JUGA:Di Tengah Keterbatasan, Bantuan PT TIMAH Ringankan Perjuangan Keluarga Warga Kundur

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi, mengajak seluruh peserta paripurna untuk merenungkan kembali makna mendalam dari usia kemerdekaan yang telah mencapai 81 tahun.

Ia menegaskan kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari bangsa lain, melainkan buah dari perjuangan panjang dan pengorbanan luar biasa, baik harta, darah, maupun nyawa para pahlawan.

Menjelang tiga hari puncak perayaan kemerdekaan, semangat pantang menyerah tersebut harus menjadi pemantik untuk terus membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA:Islamic Centre Tanam 2000 Batang Cavendish, Pesantren Pertama Budidaya si Kuning Melengkung

Lebih lanjut, Jumadi menyampaikan makna kemerdekaan di era modern tidak hanya terbatas pada kebebasan fisik semata.

Kemerdekaan harus diiringi dengan tanggung jawab moral, penegakan keadilan sosial, serta jaminan bagi setiap warga negara untuk mendapatkan hak-haknya secara adil.

"Di sisi lain, tantangan berbangsa dan bernegara kini terasa semakin kompleks.

Pesatnya perkembangan era digital menuntut kewaspadaan terhadap ancaman disinformasi dan kejahatan siber," kata Jumadi. 

Kategori :