BACA JUGA:Nobar Final Piala Dunia 2026 Sisakan 260 Kg Sampah, DLH Belitung Soroti Kesadaran Warga
Kartikasari mengungkapkan bahwa, dengan beroperasinya enam pabrik baru tersebut, jumlah pabrik pengolahan sawit di Bangka Selatan akan meningkat menjadi 11 unit.
Saat ini, lima pabrik telah lebih dahulu beroperasi, yakni PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP), PT Tama Buana Jaya (TBJ), PT Mentari Sawit Makmur, PT Bangka Agro Plantari (BAP), dan PT Bhumi Palmindo Kencana.
"Bertambahnya jumlah pabrik akan menciptakan persaingan sehat dalam pembelian TBS petani.
Kondisi itu diharapkan mampu mendorong kenaikan harga sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan,"terangnya.
BACA JUGA:Spesifikasi Huawei Pura 90, Andalkan Kamera, Harga Mulai 12 Jutaan
Ia menegaskan, selain memberikan dampak positif bagi petani, investasi industri sawit juga diproyeksikan meningkatkan PAD melalui sektor perizinan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta berbagai aktivitas ekonomi turunan lainnya.
"Setiap pabrik pengolahan sawit rata-rata mampu menyerap lebih dari 80 tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari masyarakat sekitar.
Karena itu, pemerintah optimistis bertambahnya investasi di sektor sawit akan memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Basel yang saat ini memiliki 23 perusahaan perkebunan kelapa sawit," pungkasnya.
BACA JUGA:Antisipasi Kekeringan, Perumda Tirta Bangka Siagakan 3 Mobil Tangki Air
BACA JUGA:Lima Peserta Seleksi JPT Pratama Sekda Kabupaten Bangka Jalani Penilaian Kompetensi di LAN RI
BACA JUGA:Nobar Final Piala Dunia 2026 Sisakan 260 Kg Sampah, DLH Belitung Soroti Kesadaran Warga