Wabup Debby : Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Bangka Selatan, di gedung serba guna, perkantoran Pemkab Bangka Selatan.--
BABELPOS.ID, TOBOALI - Wakil Bupati Bangka Selatan (Basel) Debby Vita Dewi membuka kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Bangka Selatan, di gedung serba guna, perkantoran Pemkab Bangka Selatan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan komitmen bersama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, sekaligus mendorong partisipasi anak dalam pembangunan.
BACA JUGA:Pemkab Basel Rilis Rute dan Aturan Baris Indah serta Karnaval, Meriahkan HUT Ke 81 RI
"Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk kembali mengingat bahwa anak-anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga bagian penting dari kehidupan saat ini," ucap Debby, Kamis (20/08).
Menurut Debby, peringatan HAN tahun 2026 mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”
Tema tersebut mengandung pesan bahwa mencintai anak tidak hanya diwujudkan melalui kasih sayang, tetapi juga dengan memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan memiliki kesempatan untuk berkembang.
BACA JUGA:Berkah Pawai Karnaval, Donat Pedagang Triarsih Diborong Langsung Bupati Fery Insani
Ia menegaskan, menyayangi anak berarti memberikan ruang untuk mendengarkan suara mereka.
Sementara melindungi anak berarti memastikan mereka terbebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, serta berbagai bentuk perlakuan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
“Membangun masa depan berarti memberikan pendidikan, kesehatan, ruang kreativitas, serta kesempatan yang seluas-luasnya bagi setiap anak untuk meraih cita-citanya,” ujarnya.
BACA JUGA:Berdampak Positif Untuk Masyarakat, DPRD Provinsi Dorong Tambang Kadur Masuk IPR
Pemkab Bangka Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak.
Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, orang tua, sekolah, masyarakat, dunia usaha, serta anak-anak itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
