Novriadi menegaskan keputusan Hendra menjadi mualaf murni berasal dari kesadaran pribadi tanpa adanya tekanan ataupun paksaan dari pihak mana pun.
BACA JUGA:BNN Babel Gandeng Pramuka Perkuat Saka Anti Narkoba
"Setelah resmi memeluk Islam, yang bersangkutan akan mengikuti pembinaan lanjutan berupa belajar membaca Al-Qur'an, tata cara salat, hingga pendalaman ilmu agama sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian," ujarnya.
Sementara itu, Hendra mengaku keputusan menjadi mualaf lahir dari ketertarikannya terhadap ajaran Islam yang ia lihat setiap hari selama menjalani masa pembinaan di lapas.
"Hati saya tergerak memeluk agama Islam.
Awalnya saya sering melihat teman-teman satu sel mengaji dan membaca buku-buku tentang Islam.
Dari situlah saya mulai belajar tentang Islam," ungkap Hendra.
BACA JUGA:Kompos Lapas Pangkalpinang Uji Kualitas di Kebun Sawit Binaan Lapas Tanjungpandan
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pihak lapas selama proses menjadi mualaf hingga pelaksanaan khitan.
"Saya sangat bersyukur karena difasilitasi dengan baik.
Terima kasih kepada Bapak Kalapas, petugas, tim medis, dan semua pihak yang telah membantu saya.
Ini menjadi langkah untuk menyempurnakan keislaman saya dan saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani pembinaan di sini," katanya.
BACA JUGA:Begini Kronologi Truk Muatan Beras Gagal Menanjak, Hingga Hantam Pengendara Motor
Menurut Novriadi, kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dengan Mualaf Center Bangka Belitung, tenaga medis, serta berbagai pihak terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus pembinaan keagamaan kepada warga binaan.
Ia menambahkan, pembinaan di lapas tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai spiritual, serta penghormatan terhadap hak asasi warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Harapan kami, pembinaan yang humanis ini dapat menjadi titik balik bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," tutup Novriadi.