Menurutnya, transformasi organisasi menjadi kebutuhan karena perkembangan zaman menuntut partai melakukan berbagai inovasi.
BACA JUGA:Sudah Lolos Juara Grup, Messi Diparkir Dulu Lawan Yordania
"Kita tidak bisa lagi mengelola organisasi dengan cara biasa.
Golkar harus terus menciptakan terobosan baru agar tetap menjadi partai terdepan," ujarnya.
Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah pembentukan struktur organisasi hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) melalui Badan Saksi Nasional Partai Golkar.
Dengan demikian, TPS menjadi struktur organisasi paling bawah yang diharapkan mampu memperkuat mesin partai.
BACA JUGA:Kebiasaan Ini Bisa Sehatkan Ginjal Kamu
Selain itu, Doli juga meminta organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar seperti Kosgoro, SOKSI, dan MKGR benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan partai, bukan sekadar menjadi organisasi formal.
Pada aspek kaderisasi, ia menilai keberadaan Golkar Akademi menjadi instrumen penting untuk mencetak kader yang loyal dan memiliki komitmen jangka panjang terhadap partai.
BACA JUGA:Makin Segar, Honda BeAt Punya Warna Baru, Harga Mulai Rp 19 Jutaan
"Kaderisasi harus menghasilkan kader yang konsisten.
Sekarang bahkan elit politik saja mudah berpindah partai.
Golkar harus mampu mencetak kader yang tetap setia kepada partainya," tegasnya.
Dalam bidang pembangunan demokrasi, Doli mengungkapkan Partai Golkar tengah mengkaji sejumlah penyempurnaan sistem politik nasional, termasuk mekanisme pemilihan kepala daerah dan penataan daerah pemilihan DPR RI.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Terima Plakat dan Mockup Sertifikat Merek dari HUB UMK PLN Babel
Ia menyebut Bangka Belitung berpeluang memperoleh tambahan kursi DPR RI dari tiga menjadi empat kursi apabila usulan penataan daerah pemilihan disepakati secara nasional.