Penyidikan Tipikor Proyek MOT RSUP Mangkrak di Polda Babel

Rabu 17-06-2026,10:35 WIB
Reporter : Reza
Editor : Jal

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Penyidikan kasus tipikor pengadaan modular operating theater (MOT) tahun 2021 oleh penyidik Tipikor, Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung (Babel) tak jelas ujungnya. Padahal penanganan tipikor proyek milik Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Air Anyir ini sudah berlangsung sejak Juni 2023. Alat operasi senilai Rp 5.798.000.000 itu hingga saat ini tidak pernah difungsikan sama sekali. 

Perjalanan kasus ini awalnya sudah mengalami kemajuan. Yakni sudah menetapkan seorang tersangka, yaitu H Holpi selaku pejabat pembuat komitmen. Dari informasi yang Babel Pos peroleh, kalau kasus ini juga sudah P19 di Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Namun untuk menuju P21 ternyata masih ada berkas -petunjuk jaksa- yang belum dipenuhi penyidik Polda Babel. 

Pihak Polda Bangka Belitung saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. Diketahui, kasus ini awalnya ditangani Polres Bangka. Lalu diambil alih oleh penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Oktober 2024 lalu. 

Audit kerugian negara dalam perkara tersebut dikabarkan telah dikantongi pihak penyidik dengan total lost Rp 5.798.000.000. Namun tersangka hingga kini belum dilakukan penahananya oleh penyidik.  

Proyek pengadaan alat kesehatan itu ternyata hanya salah satu item pengadaan kecil saja dari ratusan miliar pengadaan di tahun 2021 lalu yang bersumber dari pinjaman Pemprov Bangka Belitung kepada PT SMI. 

Khusus MOT telah menghabiskan anggaran senilai Rp 5.798.000.000. Hanya saja MOT yang diletakan di lantai 3 gedung RSUP -sedari awal sebatas pajangan saja karena tidak pernah difungsikan apapun oleh pihak RSUP. Adapun surat perjanjian kontrak tertanggal 445/001/03.1/RSUDP/MOT/VII/2021 tanggal 12 Juli 2021 dengan PT Bhakti Wira Husada selaku kontraktor.

BACA JUGA:Ditangani Sejak 2023, Apa Kabar Tipikor Alkes MOT RSUP Airanyir?

BACA JUGA:Diduga Ada Aliran Fee Proyek Ventilator Rp 500 Juta di RSUP Airanyir?

Wartawan  Babel Pos pada Juni 2023 lalu berkesempatan turun langsung ke ruangan MOT dengan didampingi langsung Holpi -saat itu belum berstatus tersangka. Sekilas nuansa ruangan operasi tersebut memang nampak tak ada bedanya dengan ruangan operasi pada rumah sakit pada umumnya. Dimana peralatan yang ada serba elektrik dan digital.

Hanya saja kondisi ruangan terasa sempit. Di sisi lain walau peralatan MOT belum pernah difungsikan tetapi pintu masuk ruang operasi yang menggunakan tempelan tapak tangan ternyata bermasalah. Kini seiring dengan kepentingan penyidikan pihak kepolisian telah melakukan penyitaan serta police line di sana.

BACA JUGA:Anggota DPRD Edi Nasapta Ajak Maksimalkan RSUP Babel

BACA JUGA:Apa Kabar Kelanjutan Tipikor Tanam Pisang Tumbuh Sawit Setelah H Marwan Cs Jadi Terpidana?

Kategori :