Jalan Puluhan Miliar di Basel Dinilai Gagal Bangun, DPRD Babel Minta APH Turun

Selasa 16-06-2026,16:33 WIB
Reporter : Ilham
Editor : Govin

Jangan sampai kerugian akibat pekerjaan yang tidak sesuai justru kembali dibebankan kepada negara," imbuhnya. 

BACA JUGA:Wali Kota Pangkalpinang Ajak Jadikan Peringatan 1 Muharram 1448 H Sebagai Pendidikan Bagi Generasi Muda Islam

Rina Tarol juga menilai kerusakan yang terjadi dalam waktu relatif singkat menjadi indikator bahwa fungsi pengawasan selama pelaksanaan proyek patut dievaluasi.

Menurut dia, kondisi jalan yang kembali bergelombang dan terbelah menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak terdeteksi atau tidak ditindaklanjuti selama proses pembangunan berlangsung.

BACA JUGA:Wawako Apresiasi Masjid Nururohmah Bukit Sari Gelar Khitanan Massal Sambut 1 Muharam 1448H

"Kerusakan yang terjadi membuktikan pengawasan tidak berjalan maksimal. Pengawas lapangan, konsultan pengawas maupun PPTK harus dievaluasi.

Karena faktanya, jalan yang baru selesai dibangun sudah mengalami kerusakan cukup signifikan," ujarnya. 

Sementara itu,  pihak BPJN Bangka Belitung masih dalam upaya konfirmasi terkait peninjauan langsung DPRD Provinsi atas jalan Bikang - Jeriji tersebut. 

BACA JUGA:Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan, Jangkau Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Sebelumnya, Rina Tarol  anggota dewan perwakilan Bangka Selatan itu melakukan peninjauan langsung ke ruas Jalan Bikang–Jeriji setelah menerima sejumlah laporan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut ditemukan kondisi jalan kembali bergelombang, mengalami retak memanjang, bahkan terbelah pada bagian tengah badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter.

BACA JUGA:Ojol Irit Challenge Pecah di Tanjung Pendam! Honda Babel Buktikan Irit Bisa Tetap #Cari_Aman

Ruas jalan yang dibangun menggunakan teknologi Mortar Foam dan kayu cerucuk itu sebelumnya diklaim sebagai solusi untuk mengatasi karakteristik tanah lunak di kawasan tersebut.

Namun berdasarkan kondisi terkini di lapangan, kerusakan kembali muncul meski proyek baru selesai sekitar tahun 2024 dengan nilai anggaran yang disebut mencapai hampir Rp50 miliar.

BACA JUGA:Akselerasi Layanan Kesehatan: RSUD Depati Bahrin Luncurkan Aplikasi EWS dan Perkuat Jejaring PONEK-Stunting

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasikan Dua Ranperbup Bangka Barat

Kategori :