“Teknologi pengolahan ini memang cukup strategis dan selama ini banyak dikunci oleh negara lain.
Karena itu kami berupaya menghadirkan partner yang tepat agar proses pengolahan bisa dipercepat,” katanya.
BACA JUGA:Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis
Gilarsi menambahkan, tantangan terbesar percepatan hilirisasi saat ini tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga regulasi dan perizinan agar proses pengolahan dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang membuka peluang perusahaan memperluas peran dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis.
BACA JUGA:Lapas Narkotika Pangkalpinang Gelar Razia Gabungan, Temukan HP Ilegal hingga Senjata Tajam
Menurutnya, selama puluhan tahun PT TIMAH berfokus pada pengolahan bijih timah dari hulu hingga hilir untuk kebutuhan ekspor.
Namun melalui kerja sama strategis tersebut, perusahaan kini memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengelolaan mineral strategis.
“Selama ini PT TIMAH hanya fokus mengelola bijih timah dari hulu sampai hilir untuk ekspor.
Dengan adanya kerja sama ini, kami memiliki kesempatan untuk naik kelas melalui pengembangan hilirisasi dan pengelolaan mineral strategis,” ujarnya.
BACA JUGA:Lapas Narkotika Pangkalpinang Gelar Razia Gabungan, Temukan HP Ilegal hingga Senjata Tajam
Ia mengungkapkan, slag yang selama ini dianggap sebagai sisa hasil produksi ternyata memiliki potensi ekonomi dan strategis yang besar.
Melalui kerja sama pengolahan slag dan mineral tanah jarang, material tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun negara.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan, kerja sama strategis tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kekayaan alam nasional demi kepentingan bangsa dan negara.
BACA JUGA:Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis
“Kita ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk tujuan utama, yakni kepentingan nasional dan kesejahteraan bangsa serta negara,” ujarnya.