BABELPOS.ID, TOBOALI – Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke 54 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) menggelar upacara di Halaman Kantor Bupati Basel.
Kegiatan upacara yang berlangsung khidmat, dengan diikuti para kepala OPD serta ASN di lingkungan Pemkab Basel, tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Basel, Hefi Nuranda, selaku inspektur upacara, sekaligus, membacakan amanat Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
BACA JUGA:Bupati Fery Rotasi 15 Pejabat Eselon II Pemkab Bangka, Ini Nama-namanya
Peringatan Hari Kearsipan tahun 2026 ini mengusung tema Prakarsa Mahardika Ekosistem Kearsipan Digital untuk Pemerintahan Berdayaguna, Kemajuan Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Bangsa.
Tema tersebut menegaskan bahwa pentingnya transformasi tata kelola arsip di era digital guna mendukung pemerintahan yang efektif, efisien, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
BACA JUGA:15 Jabatan Eselon II Pemkab Bangka Ini Dirombak
Dalam amanat Kepala ANRI yang disampaikan Sekda Hefi Nuranda, Hari Kearsipan ke-54 disebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi terhadap komitmen reformasi dan transformasi kearsipan digital di Indonesia.
Seluruh civitas kearsipan didorong untuk menghadirkan berbagai terobosan dalam pengelolaan arsip demi menciptakan ekosistem kearsipan digital yang terintegrasi dan berdayaguna.
BACA JUGA:DPRD Babel Dorong Upaya Maksimal Gali Potensi Pajak Daerah
“Tema ini mengandung makna inisiatif atau sebuah upaya mulia para civitas kearsipan untuk menciptakan terobosan dalam upaya pengelolaan arsip dan membangun ekosistem kearsipan digital yang mampu mendorong pemerintahan berdayaguna,” ucapnya, Senin (18/05).
Dikatakannya, budaya tertib arsip hanya dapat terwujud apabila seluruh entitas kearsipan, baik pusat maupun daerah, memiliki komitmen yang kuat terhadap pengelolaan arsip sesuai kebijakan dan kebutuhan organisasi.
BACA JUGA:Tok! Wagub Hellyana Divonis 4 Bulan Kurungan
"Namun demikian, berdasarkan hasil pengawasan tahun 2024, masih terdapat sejumlah tantangan dalam mewujudkan tertib arsip di daerah.
Beberapa tantangan itu di antaranya kebijakan kearsipan yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan organisasi, keterbatasan sumber daya manusia kearsipan, pengelolaan arsip yang belum optimal, hingga implementasi aplikasi SRIKANDI yang masih perlu ditingkatkan," sebutnya.
BACA JUGA:Manajemen Arsip Berbasis Digital, Komitmen PT Timah untuk Perkuat Tata Kelola Perusahaan