Meski demikian, Ombudsman Babel mengamati masih terdapat kebingungan jemaah di beberapa titik layanan, terutama pada alur One Stop Service (OSS) dan proses aktivasi kartu Nusuk yang pada tahun ini dilakukan di daerah keberangkatan dan terintegrasi dalam layanan OSS.
Perubahan skema tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kejelasan tata kelola dan alur layanan di lapangan.
BACA JUGA:Bupati Markus Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD Terkait LKPJ 2025
Berdasarkan pengamatan di Gedung Serba Guna Asrama Haji sebagai lokasi layanan OSS, meskipun tidak terdapat antrean yang berarti, kondisi layanan terlihat kurang tertib.
Hal ini disebabkan alur layanan yang belum runut, sehingga sebagian jemaah mengalami kebingungan dan petugas aktivasi Nusuk terlihat kewalahan dalam melayani.
BACA JUGA:Bupati Markus Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD Terkait LKPJ 2025
“Optimalisasi layanan OSS tidak cukup hanya dengan menghadirkan kanal layanan, tetapi juga harus diikuti dengan penguatan tata kelola dan kejelasan alur agar tidak membingungkan jemaah,” jelas Fither.
Ombudsman juga mencatat bahwa pada awal pengawasan belum terdapat kanal pengaduan terpadu di tingkat Kanwil Kemenhaj Bangka Belitung.
BACA JUGA:Kloter 9 Resmi Diberangkatkan, 194 Jamaah Haji Terakhir Babel Bertolak ke Tanah Suci
Namun, setelah mendapat saran dari Ombudsman Babel, pihak Kanwil Kemenhaj Babel merespons cepat dengan menghadirkan barcode yang terhubung langsung ke layanan pengaduan berbasis WhatsApp.
Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan.
“Kami mengapresiasi respons cepat Kanwil Kemenhaj Babel dalam menindaklanjuti saran kami.
Ini menunjukkan adanya komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyediaan kanal pengaduan yang lebih mudah diakses,” ujar Fither.
BACA JUGA:Tim Beruang Hitam & Satresnarkoba Polres Bangka Gulung Pengedar Sabu!
Namun demikian, Ombudsman menekankan bahwa minimnya pengaduan bukan berarti tidak terdapat permasalahan.
Kondisi ini justru menjadi indikator perlunya penguatan kanal pengaduan serta sosialisasi yang lebih masif kepada jemaah.