Peran Strategis OPD Dalam Implementasi PUG dan PPRG Untuk Responsif Gender

Rabu 22-04-2026,13:09 WIB
Reporter : Lia
Editor : Govin

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Plt Asisten III Pemprov Babel, Asyraf Suryadin membuka Kegiatan Bimbingan Teknis PUG dengan tema "Kita Tingkatkan Peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Pelaksanaan PUG dan PPRG di Provinsi Bangka Belitung 2026".

Bimtek ini akan berlangsung dari tanggal 22 - 23 April 2026 di Ruang Meeting Pasir Padi Bangka City Hotel Pangkalpinang.

Asyraf Suryadin menjelaskan bahwa bimtek ini dilaksanakan dalam rangka penguataan pemahaman dan peran terhadap pentingnya responsif gender.

Sehingga diharapkan semua OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung termasuk di kabupaten/kota akan mendapatkan  hasil peniliaian yang lebih baik lagi dalam pengarusutamaan Gender (PUG) dan PPRG (Perencanaan Penganggaran Responsif Gender).

BACA JUGA:PT Timah Undang Investor untuk Jelajahi Proses Bisnisnya, Dari Lokasi Pertambangan hingga Pabrik Pengolahan

PUG dan PPRG yang ada di bidang perencanaan di masing - masing OPD itu merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui dan harus diimplementasikan dalam setiap kegiatan-kegiatan melalui perencanaan yang baik. 

Acara ini sekaligus juga merefleksi makna kebangkitan hari kartini untuk kesetaraan gender yang lebih baik antara perempuan dan laki - laki.

Dalam paparannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Administrasi Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga memberikan pembekalan materi untuk memberikan pemahaman kepada OPD terkait bahwa responsif gender itu dapat dimasukan di dalam setiap aktivitas kegiatan OPD melalui anggaran.

BACA JUGA:Pemkot Ajak Dukung Bulan Dana PMI Kota Pangkalpinang, Setiap Hari Rata-Rata Butuh 50 Kantong Darah

"Hal ini sesuai dengan visi-misi gubernur 2025 - 2030 bahwa PUG dan PPRG merupakan isu penting yang strategis untuk diimplementasikan melalui proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung supaya kekuatan atau ketahanan keluarga menjadi lebih berkualitas, mewujudkan keadilan dan mencegah terjadinya kesenjangan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat antara laki-laki dan perempuan," jelas pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

Kategori :