BABELPOS.ID - Tahun Kuda Api Imlek 2577 Kongzili/2026 akan mendatangkan peruntungan pada beberapa shio dalam hal kehidupan sosial maupun pekerjaan.
Pakar Feng Shui Yulius Fang menyebut bahwa orang dengan shio kambing, anjing, naga, kelinci, dan kuda sebagai orang yang tergolong beruntung pada tahun Kuda Api.
Menurut dia, orang dengan shio-shio tersebut antara lain akan mendapat keberuntungan dalam kehidupan sosial.
"Kemudian orang akan banyak yang mendukung mereka, intinya banyak followers lah, banyak doa penolong. Kemudian, peluang juga akan banyak datang ke mereka, kesempatan-kesempatan, dan disukai di tempat pekerjaan, disukai oleh orang-orang di sekitarnya," jelasnya dilansir Antara, Kamis(12/2).
Dia menyarankan orang-orang dengan shio kambing, anjing, naga, kelinci, dan kuda memanfaatkan momen baik tahun ini untuk memperluas jejaring agar bisa mendapatkan bantuan dari banyak orang serta mengasah keahlian untuk meningkatkan performa dalam pekerjaan.
Menurut dia, orang dengan shio-shio tersebut membutuhkan bantuan dari orang di sekitar mereka untuk mencapai tujuan seperti meningkatkan performa dalam pekerjaan atau menghasilkan konten yang populer di platform digital.
"Yang penting pastikan kontennya bermutu, edukatif, yang membuat orang itu bisa untuk visit lagi, ataupun misalnya memberikan support ke mereka, seperti itu...," katanya.
"Orang-orang pada dasarnya akan senang dengan mereka yang jadi diri mereka apa adanya," ia menambahkan.
BACA JUGA:Ibadah Perayaan Imlek 2577, Personel Polres Basel Lakukan Pengamanan
BACA JUGA:IMLEK DI PULAU BANGKA
Meski secara umum akan mendapatkan keberuntungan pada tahun Kuda Api, dia mengatakan, orang dengan shio kelinci dan kuda juga berpeluang menghadapi ujian.
Menurut Yulius, orang-orang dengan shio tikus, kerbau, dan ayam berpeluang mengalami nasib yang kurang beruntung pada tahun Kuda Api.
Orang-orang dengan shio yang kurang beruntung, menurut dia, memerlukan fleksibilitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan mengelola stres karena harus keluar dari zona nyaman.
Yulius mengatakan bahwa perubahan situasi sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang buruk dan direspons secara berlebihan.
Dia juga menyampaikan pentingnya melatih ketahanan diri untuk menghadapi perubahan atau ujian agar bisa "naik kelas."