Bahkan, menurutnya, penguatan SDM harus menjadi prioritas utama.
“Kalau saya kasih timbangan, saya lebih cenderung membangun sumber daya manusia lebih kuat. Kalau SDM kita kuat, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tegasnya.
BACA JUGA:Gerakan Pangan Murah Langkah Konkret Pemerintah Kendalikan Harga Jelang Ramadan dan Imlek BACA JUGA:Gerakan Pangan Murah Langkah Konkret Pemerintah Kendalikan Harga Jelang Ramadan dan Imlek
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Udin menyampaikan komitmen Pemkot Pangkalpinang untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan inovasi, baik melalui kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, maupun penciptaan iklim kerja yang kondusif.
Ia juga mendorong para inovator untuk mendaftarkan hasil inovasinya ke Kementerian Hukum dan HAM guna memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Menurutnya, hal itu tidak hanya melindungi karya inovasi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah bagi jabatan fungsional ASN.
BACA JUGA:Ini Total Sitaan Kejati Babel
“Kalau Bapak/Ibu punya inovasi, nanti kita coba daftarkan HAKI. Itu bisa menjadi poin tambahan bagi jabatan fungsional,” ujarnya.
Pada ajang Penghargaan Inovasi Daerah 2025, sejumlah PD menerima apresiasi atas terobosan yang telah dilakukan.
Di antaranya BPBD Pangkalpinang melalui inovasi BPBD Go To School, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dengan inovasi Si Relasi RTLH, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan dua inovasi yakni Pelangi di Matamu dan Permata Aqiqah.
BACA JUGA:Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Babel 2026-2030 Dibuka, Ini Syaratnya
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui inovasi MKDS, Dinas Sosial dengan Siap Bos, Diskominfo dengan Sip Kadin, Kecamatan Gerunggang dengan inovasi Sekaput, Kecamatan Pangkalbalam dengan inovasi Paling, Puskesmas Pangkalbalam dengan Sobat Hebat, serta Puskesmas Girimaya melalui inovasi Asah turut menerima penghargaan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap dapat memperkuat kesiapan daerah menghadapi penilaian IGA 2026 sekaligus menumbuhkan budaya inovasi berkelanjutan di lingkungan birokrasi.