Kajari Sabrul Iman Tinggalkan PR, Aktivis: Dia Tak Tuntas Berantas Mafia Pertanahan

Kamis 12-02-2026,09:36 WIB
Reporter : Reza
Editor : Jal

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Kabar kepindahan Kajari Bangka Selatan, Sabrul Iman ke Magetan mendapat sorotan aktivitis anti korupsi Babel, Dr. Marshal Imar Pratama. Baginya mutasi ini sangat mengagetkan karena terjadi saat Sabrul Iman sedang menangani kasus tipikor mantan Bupati, Justiar Noer dan anaknya Aditya Rizki.

Memimpin Kejari Basel sejak Juli 2025, bagi Marshal selama 7 bulan menjabat Sabrul Iman hanya melahirkan produk tipikor setengah jadi alias tak paripurna. Sehingga dinilainya tak sesuai dengan latar belakang Sabrul Iman yang pernah menjadi penyidik Jampidsus.

“Awalnya kita berharap penuh kinerja dan produktivitas Sabrul Iman dan jajarannya mampu menuntaskan kasus besar seperti pembebasan lahan tambak udang PT Sumber Alam Segara (SAS) itu setuntas-tuntasnya. Harapan itu tak terlepas dari sosok Sabrul Iman dan jajarannya yang disebut-sebut sebagai mantan serdadu gedung bundar yang terkenal sangar. Terlebih pernah menjadi tim penyidik kasus timah yang Rp 300 T lalu,” kata Marshal kepada Babel Pos, Kamis (12/2). 

Awalnya harapan itu sempat terwujud, kata Marshal yang disambut optimis publik. Sabrul Iman berani menahan eks bupati dan anaknya itu. “Namun ternyata makin ke sini malah menimbulkan kesan adanya kinerja yang tak tuntas. Tak lain karena belum kunjung menetapkan tersangka pada pihak swasta itu. Parahnya lagi ada kesan menutupi adanya peran pengusaha Sandi dalam katerangan persnya," sesal Marshal.

BACA JUGA:Jaksa Pengungkap Perkara Timah dan Minyak Mentah Pertamina Kini Meninggalkan Basel, Ini Segudang Prestasinya

BACA JUGA: Kajari Bangka Selatan Sabrul Iman Diganti

Dengan berpindah tugas ini, menurut doktor ekonomi ini, Sabrul Iman malah meninggalkan pekerjaan rumah. “Bagusnya saat selesai tugas dikenang sebagai Kajari yang berhasil menuntaskan penanganan kasus tanpa pandang bulu. Baiknya adalah kasus Justiar dan anaknya serta dugaan keterlibatan swastanya tuntas. Sehingga pejabat baru nantinya hanya menuntaskan kasus yang timah, dan produk baru lainya,” ujarnya.

Harapan itu bagi Marshal tidak berlebihan karena adanya satu semangat -pemberantasan mafia tanah- dengan Presiden Prabowo dan Kejaksaan Agung RI. “Dengan begitu juga -bila tuntas- maka akan menjadi kenang-kenangan baik setidaknya dikenang sebagai Kajari yang pernah menuntaskan kasus mafia tanah di bumi junjung besaoh. Tapi kalau tak tuntas seperti itu, dan dugaan digoreng-goreng pada pihak swasta itu maka tak salah masyarakat jadi pesimis atas kinerjanya selama 7 bulan itu,” sesalnya. 

Sebelumnya dari SK Jaksa Agung RI nomor KEP-IV-161/C/02/2026 yang diteken pada 11 Februari 2026, terdapat 31 orang jaksa memperoleh amanah untuk menjabat sebagai Kajari. Salah satunya Adalah Sabrul Iman yang diamanahkan menjabat sebagai Kajari baru Magetan, Jawa Timur. Posisi Kajari yang akan menggantikan Sabrul adalah Asep Kurniawan Cakraputra.

BACA JUGA:Saksi di Sidang Dedy Yulianto: BPKP tak Berwenang Tertukan Kerugian Negara?

BACA JUGA:Ini Profil Sandi, Bos Batu Bara Asli Pangkalpinang yang Terseret di Pusaran Tipikor Justiar Noer dan Anaknya

Kategori :