BABELPOS.ID - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Sepanjang Januari 2026, tercatat sedikitnya ±23 hektare lahan terdampak karhutla yang tersebar di sejumlah desa dan kawasan hutan.
Berdasarkan data terbaru BPBD Beltim per 30 Januari 2026, titik karhutla terluas berada di Desa Batu Penyu dengan luasan mencapai 10 hektare.
BACA JUGA:Pemilik Akun TikTok Mamak_3G Jadi Tersangka Usai Dilapor Istri Kasat Pol PP Pangkalpinang
Sementara itu, wilayah Kulong Kero menyusul dengan 6 hektare lahan terbakar. Tak hanya itu, karhutla juga terdeteksi di beberapa desa lain, meski dengan luasan lebih kecil.
Desa Lenggang tercatat terdampak sekitar 2 hektare, disusul Desa Penbaharuan, Desa Selinsing, Desa Kurnia Jaya, dan Desa Aik Kelik yang masing-masing mengalami kebakaran seluas 1 hektare.
Kebakaran juga merambah kawasan hutan kota di Kecamatan Damar dengan luasan sekitar 1 hektare, menambah daftar wilayah yang terdampak pada awal tahun ini.
BACA JUGA:Ribuan Runners Jajal Rute Pantai Basel Bareng Pemegang Rekor Marathon Indonesia
Total keseluruhan luasan karhutla di Belitung Timur selama Januari 2026 diperkirakan mencapai ±23 hektare.
Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, terutama mengingat dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta potensi gangguan aktivitas ekonomi dan sosial.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan serta langkah mitigasi, termasuk patroli, sosialisasi pencegahan, dan penanganan cepat di titik-titik rawan kebakaran guna menekan perluasan karhutla ke wilayah lainnya.