BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka mempertegas komitmennya dalam pembangunan inklusif melalui dialog interaktif bersama berbagai komponen masyarakat. Acara yang mengusung semangat kebersamaan ini digelar di kediaman dinas Bupati Bangka pada Kamis malam (29/1/2026).
Kegiatan diawali dengan khidmat melalui pembacaan surat Yasin dan doa bersama, sebelum memasuki sesi diskusi utama yang melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan (OKP), ormas, hingga pelaku seni.
Bupati Bangka, Fery Insani, menekankan bahwa dialog ini merupakan wadah krusial untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan warga. Ia menegaskan bahwa partisipasi publik adalah kunci utama kemajuan daerah.
"Kami membuka diri terhadap saran, pendapat, bahkan kritik. Mari kita bangun daerah ini bersama-sama. Partisipasi masyarakat sangat penting, sesuai dengan profesi dan kapasitas masing-masing," ujar Fery.
Ia juga menjanjikan bahwa forum serupa akan rutin dilaksanakan guna memetakan permasalahan di lapangan secara cepat dan akurat demi menghasilkan solusi yang tepat sasaran.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu hangat menjadi sorotan audiens, di antaranya, distribusi energi, kelangkaan gas 3 kg yang dikeluhkan warga. Optimalisasi gedung Taman Hiburan Rakyat (THR) bagi para pelaku seni lokal dan enataan aktivitas tambang agar lebih tertib.
Untuk pendangkalan muara Jelitik, Bupati Fery menargetkan penyelesaian dalam satu tahun ke depan dengan mengusulkan kawasan tersebut sebagai Kawasan Pusat Strategis Nasional dan pangkalan Angkatan Laut kepada Pemerintah Pusat.
BACA JUGA:Sambut Imlek 2577 Kongzili, Pemkab Bangka Gelar Festival Harmoni Ceria Imlek 2026
BACA JUGA:Pemkab Bangka Tetapkan Delapan Kali Operasi Pasar Murah
Gayung bersambut, tokoh masyarakat Kabupaten Bangka, Effendi Harun, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemkab Bangka. Menurut mantan pengurus OKP ini, dialog langsung dengan kepala daerah dan jajaran Kepala OPD adalah langkah transparan dalam pengambilan kebijakan.
"Ini momentum yang baik untuk urun rembuk mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat luas, dengan menyampingkan kepentingan pribadi atau kelompok," tegas Effendi.
"Yang penting akan bermanfaat serta betul-betul menjadi bahan masukan untuk mengambil kebijakan pembangunan," ucapnya.
Dia berharap dialog serupa dapat diadakan setiap bulan agar masyarakat bisa bertemu langsung dengan pimpinan daerah dan jajaran Kepala OPD yang dapat menindaklanjuti masukan yang disampaikan. "Membangun Kabupaten Bangka bukan hanya peran pemerintah, tetapi juga perlu partisipasi masyarakat sesuai kapasitas masing-masing untuk membuat daerah menjadi lebih baik," pungkasnya.
BACA JUGA:Wujudkan Lingkungan Aman, Anggota DPRD Bangka Yus Rizal Bantu Pasang CCTV di Pemukiman Warga