BACA JUGA:Sekda Bangka Barat Pimpin Rapat Pengendalian Pembangunan Januari 2026
Ketertelusuran juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan pembeli global.
Dengan sistem yang baik, risiko penolakan di negara tujuan dapat ditekan.
“Kegiatan ketertelusuran ini untuk menjamin kesehatan, keamanan, dan mutu lada putih,” kata Herwintarti.
Ia menegaskan lada putih atau muntok white pepper merupakan identitas geografis Bangka Belitung yang harus dijaga reputasinya.
Standar mutu yang konsisten menjadi kunci mempertahankan posisi di pasar global.
BACA JUGA:Pemkot Dukung Pengusaha Hotel dan Resto Gerakkan Ekonomi Pangkalpinang
Penguatan hilirisasi lada putih ini juga dikaitkan dengan agenda nasional.
Program tersebut menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian dan ekspor bernilai tambah.
Melalui pengawasan karantina yang optimal, Badan Karantina Indonesia memastikan lada putih Babel bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina atau OPTK.
Aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian utama.
“Kami memastikan lada putih dari Bangka Belitung memenuhi standar mutu internasional dan memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemerintah dan Masyarakat Galakkan “KOLAK BEKO”, Gotong Royong Bersih Kota
Pendampingan kepada pelaku usaha mencakup pemenuhan persyaratan teknis ekspor. BKHIT Babel juga aktif melakukan pencegahan OPTK sejak tahap awal produksi.
Selain itu, pelaku usaha rutin diberikan pembaruan informasi terkait perubahan regulasi negara tujuan. Langkah ini penting agar eksportir dapat melakukan penyesuaian sejak dini.
“Kami proaktif menyampaikan informasi terbaru agar komoditas dapat diterima di negara tujuan ekspor,” tandas Herwintarti.