Ini menjadi bagian penting dari budaya peduli lingkungan di internal perusahaan,” jelasnya.
Sampah plastik yang telah dikumpulkan selanjutnya dikelola oleh Tim K3LH dan disimpan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) domestik di sekitar areal kantor.
Setelah terkumpul, limbah plastik tersebut kemudian diolah menjadi eco brick, yakni bata ramah lingkungan berbahan dasar plastik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai material bangunan.
BACA JUGA:Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha
“Eco brick ini semacam batu bata yang disusun menjadi sebuah bangunan, namun berbahan plastik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
Inilah bentuk nyata pengurangan sampah plastik yang dilakukan,” tambahnya.
Anggi menambahkan, pelaksanaan program ini juga sejalan dengan kampanye nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup yang mengusung tema pengurangan sampah plastik.
“Kampanye kami sejalan dengan tema nasional 'No Plastic'.
Oleh karena itu, program ini kami namakan sebagai kegiatan pengurangan plastik,” tutupnya.
BACA JUGA:AHM Bersama Honda Babel Gelar Edukasi Safety Riding di SMA Santo Yosef Pangkalpinang
Selain itu, PT TIMAH Tbk juga mendukung Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat yang berada di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat sebagai upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Melalui Eco Brick Program ini, PT TIMAH Tbk berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada operasional pertambangan, namun juga bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di kalangan karyawan.