“Ini adalah perpaduan perasaan.
Di satu sisi saya seorang ibu dan istri, dan di sisi lain, seorang pemilik bisnis.
Tetapi dari situ, saya telah belajar banyak pelajaran berharga,” ujarnya.
BACA JUGA:Madrid Pinjamkan Striker Brasil ke Lyon
Ia bahkan melibatkan anaknya, yang sedang mengambil jurusan manajemen, dalam mempelajari cara menjalankan bisnis.
Meskipun awalnya pemalu, anak itu kini telah tumbuh lebih percaya diri.
“Saya selalu berpesan kepada anak saya agar tidak malu berjualan.
Di sinilah kita belajar menjadi pemilik bisnis.
Jika bisnis dijalankan dengan serius, pasti akan menjanjikan—semuanya tergantung pada bagaimana kita mengelolanya,” katanya.
BACA JUGA:Gelandang Muda Bayern Muenchen Ini Layak Masuk Timnas Jerman
Seperti Kardina, Wiwik juga menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan pesanan pelanggan.
Terkadang, ia harus menolak pesanan besar untuk menjaga kualitas produk dan memastikan kesejahteraan keluarganya.
BACA JUGA:Spesifikasi dan Harga Huawei MatePad 12X di Indonesia
“Daripada mengecewakan pelanggan, lebih baik jujur.
Terkadang, jika seorang anak sakit, kami tidak bisa menerima pesanan,” jelasnya.
Untungnya, dukungan keluarga telah menjadi sumber kekuatan utamanya. Suaminya membantu mengantarkan pesanan, sementara keluarga besarnya menjadi sistem pendukung yang kuat, terutama selama periode sibuk seperti Idul Fitri.