BACA JUGA:KSOP Pangkalbalam Pastikan Arus Mudik Natal Kondusif
Tantangan sering muncul, seperti anak-anak yang rewel selama produksi, pesanan mendesak yang harus dikirim, dan hujan yang memaksanya melakukan pengiriman sambil menggendong anaknya.
“Dalam bisnis, selalu ada rintangan. Terkadang saat saya sedang bekerja, anak saya menangis.
Saya bahkan pernah mengantarkan pesanan di tengah hujan sambil membawa anak saya,” katanya pelan.
BACA JUGA:Wako Udin Benarkan Efran Dibebastugaskan
Tahun ini menandai tonggak penting bagi Kardina, karena ia secara resmi menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk.
Melalui bazar Hari Ibu, produk-produknya mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
“Sebelumnya tidak banyak orang yang tahu tentang produk saya.
Kegiatan seperti ini sangat membantu promosi.
Saya berharap produk saya akan lebih dikenal luas sekarang karena saya adalah mitra yang didukung oleh PT TIMAH Tbk,” ujarnya penuh harap.
BACA JUGA:KSOP Pangkalbalam Pastikan Arus Mudik Natal Kondusif
Tidak jauh dari stan Kardina, Wiwik Nur Fatimah (44), seorang warga Jerambah Gantung, menjual berbagai kue tradisional dengan merek Hamidah.
Produk-produknya meliputi semer mendem, kue sus buah, puding lumut, dan stik keju—semuanya dibuat dengan tangan dengan cita rasa rumahan yang khas.
Wiwik telah menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk sejak tahun 2019.
Baginya, menjadi pengusaha UMKM adalah perjalanan emosional yang penuh makna.