Paling kendala yang dihadapi petani dikarenakan serangan tikus dan burung saja. Untuk hama dan penyakit lain sangat minim,
mungkin dikarenakan padi ini sudah beradaptasi dengan lingkungan Bangka Belitung,” kata Syarli.
Petani Sambut Baik Padi Ladang
RENCANA pelepasan padi ladang varietas lokal ini disambut baik oleh masyarakat khususnya petani padi ladang Kabupaten Bangka.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Benua Cemerlang Desa Paya Benua, Muzamil sangat berharap padi ladang varietas lokal segera diakui oleh Kementrian Pertanian sehingga petani tidak lagi kesulitan dalam memperoleh benih.
BACA JUGA:295 Sertifikat Hak Cipta Resmi Diserahkan Kemenkum Babel pada Momen Wisuda Uniper Tahun 2025
"Selama ini kita tanam padi ladang, benihnya hasil simpanan panen sebelumnya.
Kalaupun tidak ada simpanan biasanya kita pinjam dari petani lain.
Jadi untuk tanam dalam skala besar belum pernah dilakukan.
Karena menanamnya dalam luasan terbatas, hasil panennya pun hanya untuk konsumsi sendiri,” tutur Muzamil.
BACA JUGA:Manfaatkan Teknologi BESS, PLN Babel Tingkatkan Layanan Kelistrikan Pulau Buntar 24 Jam
Muzamil mengatakan saat ini padi ladang yang ditanam anggota kelompoknya mencapai hampir 300 hektar.
Jenis padi yang ditanam yakni varietas Raden, Mayang Pandan dan Balok.
Rata-rata per anggota kelompok menanam satu sampai dua hektar dengan waktu tanam satu kali setahun.
BACA JUGA:Raja Juli Hadiri HUT PSI ke-11 dan HUT Babel ke-25, Tegaskan Solidaritas untuk Kesejahteraan Rakyat
"Untuk padi ladang kami tidak pernah tanam varietas luar, masyarakat sini sudah terbiasa dengan rasa nasi dari padi lokal.