BACA JUGA:Tak Hanya Enak, Kacang Merah Juga Berkhasiat untuk Kesehatan, Simak 6 Ini
3. Glaukoma
Glaukoma adalah suatu kondisi mata yang merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan.
Seringkali berkembang tanpa gejala nyata sampai terjadi kehilangan penglihatan. Pemeriksaan mata secara teratur sangat penting karena diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kerusakan penglihatan permanen
BACA JUGA:Manfaat Habbatussauda dan Cara Mengonsumsinya
4. Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah kelainan neurologis progresif yang mempengaruhi memori dan fungsi kognitif.
Tanda-tanda awal seperti kelupaan dan kebingungan ringan sering kali disebabkan oleh penuaan, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Mendeteksi Alzheimer sejak dini dapat memungkinkan pengelolaan dan perencanaan yang lebih baik untuk masa depan.
BACA JUGA:Mau Umur Panjang, Lakukan 4 Kebiasaan Ini
5. Penyakit Ginjal Kronik (CKD)
Penyakit ginjal kronis mungkin tidak menunjukkan gejala sebelum fungsi ginjal menurun secara signifikan.
Tes darah dan urin rutin dapat membantu mengidentifikasi masalah ginjal pada tahap awal, sehingga memungkinkan dilakukannya modifikasi gaya hidup dan intervensi medis untuk memperlambat perkembangannya.
BACA JUGA:Ini 4 Manfaat Serai untuk Tubuh
6. Kanker Ovarium
Kanker ovarium, yang sering disebut sebagai “pembunuh diam-diam”, tidak memiliki gejala spesifik pada tahap awal.
Ketika gejala seperti kembung, nyeri panggul, dan sering buang air kecil muncul, kanker biasanya telah menyebar ke luar ovarium. Pemeriksaan ginekologi secara teratur dan kesadaran akan faktor risiko dapat membantu deteksi dini. (*)