Prodi Perikanan Tangkap UBB Siap Tingkatkan Mutu Pemanfaatan Sumber Daya Perairan

Senin 22-05-2023,09:00 WIB
Reporter : Admin
Editor : Jal

Beberapa persoalan sentral di sektor perikanan ini adalah kualitas lingkungan perairan, dan pola interaksi manusia dengan lingkungan, khususnya perairan.

BACA JUGA:2216 Pelamar SNBP UBB, Lolos 732 Orang

Untuk subsektor budidaya perairan, persoalan pemenuhan kebutuhan pakan disebutkannya merupakan hal yang sangat urgent, karena pakan bisa menyedot lebih dari separoh modal.

“Harga pakan ikan ini selalu tinggi, amat disayangkan di Babel ini belum ada pabrik pakan ikan, dan kita masih bergantung dari pulau Jawa, atau mengekspor dari Thailand dan sebagainya, meskipun sebetulnya Bangka Belitung mempunyai banyak sekali bahan baku untuk bisa diolah atau diformulasikan menjadi pakan ikan. Tapi lagi-lagi kalau persoalan kebutuhan pakan saja masih jadi persoalan, maka akan berat juga dalam memajukan atau mensuport kemajuan perikanan budidaya ini,” ujarnya.

BACA JUGA:Resmi Sarjana, 337 Wisudawan UBB Pakai Ijazah Elektronik

Denny tak hanya menyinggung terkait potensi perikanan budidaya tetapi juga tambak udang yang memerlukan kualitas media terutama air yang harus bagus dan terjaga. Jika ini tidak terpenuhi sesuai dengan standar yang diperlukan, maka akan menjadi penyebab penurunan kualitas lingkungan budidaya tadi. Karena budidaya udang yang intensif mulai dari pakan, obat-obatan dan sebagainya sehingga ini menjadi persoalan tersendiri .

Biasanya untuk di siklus 1, 2, 3, produktifitasnya kemungkinan masih tinggi, namun kalau sudah siklus ke 4, 5, 6 maka biasanya akan mulai terjadi degradasi atau penurunan mutu lingkungan yang sekaligus berdampak menurunkan hasil panen.

"Ibarat orang kepalanya pusing makan 1 butir obat masih mempan, tapi lama-lama resisten bahkan dosis obatnya harus bertambah, demikian juga loading obat-obatan dan sebagainya akan mempengaruhi ke sektor pertambakan ini, karena makin lama akan makin tinggi dosisnya," ujarnya.

BACA JUGA:Izin Prodi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter UBB Diterima, Pj Gubernur Ridwan: Bisa Dongkrak AP

Ia menilai di satu sisi, ketika mutu lingkungan terus merosot maka harus ada sesuatu yang ditambahkan, sehingga loading-loading seperti ini kemudian akan bisa membebani lingkungan, daya dukung lingkungan yang makin hari makin merosot , maka akan berdampak pada produktifitas budidaya dan hasil yang dipanen. 

Denny mengingatkan kembali bahwa sebelumnya sejumlah dosen di Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi (FPPB) Universitas Bangka Belitung juga sempat melakukan langkah pengayaan untuk potensi cumi-cumi merah khas Babel yakni dengan menyediakan rumpon cumi-cumi di laut dengan kedalaman tertentu. Karena itu langkah pengayaan ini masih sangat diperlukan.

Disebutkan Denny, sebelumnya memang ada teman-teman dosen di FPBB UBB yang sempat melaksanakannya. Meskipun ia juga mengaku tidak tahu banyak sudah sejauh mana progress pengembangan project tersebut. Namun apapun itu, pihaknya tetap mengapresiasi atas inovasi dan kerja kerasnya sejumlah dosen di UBB tersebut

“Meski juga tidak faham data statistiknya secara pasti, tapi saya yakin masing-masing komoditas tersebut sudah ada pasarnya sendiri dan layak untuk diusahakan , karena setiap komodoti punya konsumennya sendiri dan konsumen ada selera masing-masing,” jawab Denny.

BACA JUGA:Dukung Tingkatkan APK-PT, UBB Siapkan 7 Prodi Baru

Setiap dosen di perguruan tinggi termasuk di FPBB UBB juga punya tiga dharma yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pihaknya juga sudah mengadakan kooordinasi di tingkat lembaga bersama seluruh pusat-pusat kajian di UBB. Intinya memang perlu ada penguatan dari program-program yang dirancang oleh seluruh pusat kajian tersebut. Dan salah satunya adalah pusat kajian tentang budidaya , pulau-pulau kecil/pesisir ,serta Sentra Kajian Pangan Unggul Bangka Belitung.

Kategori :