Kenaikan Kelompok Makanan-Minuman Picu Inflasi 3,94 Persen di Babel
Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto (dok. ANTARA)--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Agustus 2026 mengalami inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,94 persen yang dipicu kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau.
"Inflasi year-on-year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks beberapa kelompok pengeluaran yang tertinggi di kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,26 persen," katanya Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Selasa.
BPS juga mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi tersebut mengalami kenaikan bulan sebelumnya yang mencapai 105,17 menjadi 109,31 pada Agustus 2026.
BACA JUGA:Cafe D'Fortune Place & Restoran Lesehan Green Gelar Makan Siang Bersama Anak Yatim dan Piatu
Secara bulanan (month-to-month/mtm), tercatat inflasi di Provinsi Kepulauan Babel pada Agustus 2026 sebesar 0,81 persen, sedangkan secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 2,03 persen.
BPS mencatat kelompok pakaian dan alas kaki naik 2,04 persen, sedangkan untuk perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,48 persen.
Selanjutnya perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,48 persen, dan untuk kesehatan 1,62 persen, serta transportasi naik sebesar 4,61 persen.
BACA JUGA:Nilai Tukar Petani Babel Naik Jadi 1,29 Persen
Selanjutnya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 1,59 persen, sementara untuk rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,35 persen.
Untuk kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,90 persen, sedangkan untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 5,94 persen.
"Selama Agustus tahun ini (2026) hanya kelompok pendidikan yang mengalami penurunan sebesar 3,24 persen," katanya.
BACA JUGA:Rugikan PAD dan Langgar Perda KTR, Puluhan Spanduk Rokok Ilegal di Sungailiat Ditertibkan Satpol PP
Ia mengatakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi yoy, antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cumi-cumi, angkutan udara, bensin, ikan selar, ikan kerisi, beras, ikan bulat, kacang panjang, kangkung, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), nasi dengan lauk, ikan tenggiri, sawi hijau, sepeda motor, dan ikan ekor kuning.
BACA JUGA:Sukses Kembangkan Hortikultura di Ponpes Manbaul Ulum, Kini Merambah ke Nahdhotul Muhibbin
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
