Kementerian UMKM: Serapan KUR di Babel Rp1,58 triliun
Pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Tengah menandatangi akad KUR di Desa Namang, Sabtu (15/8/2026) (dok. ANTARA)--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyebutkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga 13 Agustus 2026 mencapai Rp1,58 triliun, sehingga dapat mendorong pengembangan UMKM di daerah ini.
"Pada tahun ini, pemerintah telah menyiapkan KUR sebesar Rp290 triliun, agar pelaku UMKM ini bisa naik kelas," kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan penyaluran KUR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga 13 Agustus 2026 sudah mencapai Rp1,58 triliun kepada 14.603 debitur UMKM yang disalurkan oleh 47 bank penyalur KUR di Kepulauan Babel.
BACA JUGA:Harlah ke-35 Bayu Sejati di Pangkalpinang, Kapolresta Tekankan Persatuan Jaga Kamtibmas
Sementara itu, khusus penyaluran KUR di Kabupaten Bangka Tengah hingga 13 Agustus 2026 sebesar Rp19,3 miliar disalurkan kepada 1.936 debitur UMKM, sehingga dapat memperkuat permodalan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
"Kita berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk mensosialisasikan dan mengedukasi pelaku UMKM untuk bisa mengakses KUR ini," katanya.
BACA JUGA:Balai Karantina Indonesia: Tren Ekspor Lada Babel Meningkat
Ia menyatakan pelaku UMKM untuk bisa mendapatkan KUR ini harus mengisi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di aplikasi SAPA ini merupakan sistem aplikasi pelayanan UMKM berbasis digital.
"Pelaku UMKM klaster dan petani cukup mengisi SIKP untuk mendapatkan KUR maksimal Rp500 juta dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan daerah ini," katanya.
BACA JUGA:600 Warga Basel Kini Tercover JKN, CSR Bank Sumsel Babel Cabang Toboali Perluas Jaminan Kesehatan
Menurut dia saat ini pemerintah lebih mengarahkan penyaluran KUR tahun ini untuk sektor produktif, sehingga UMKM di Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bisa naik kelas dan bersaing di pasar global.
"Kami telah meluncurkan program holding UMKM untuk menaikkelaskan UMKM ini dalam satu paket, sehingga pelaku usaha mikro kecil tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan usahanya," katanya
BACA JUGA:Balai Karantina Indonesia: Tren Ekspor Lada Babel Meningkat
BACA JUGA:Polres Bangka Barat Tingkatkan Patroli Cegah Karhutla
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
