Bawaslu Babel Tuntaskan Program SERASI, Perkuat Sinergi dengan Parpol Menuju Pemilu 2029

Bawaslu Babel Tuntaskan Program SERASI, Perkuat Sinergi dengan Parpol Menuju Pemilu 2029

EM Osykar--Foto IST

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Silaturahmi Relasi Demokrasi (SERASI) yang dilaksanakan selama Bulan Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan.

Program SERASI diselenggarakan sebagai sarana memperkuat hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan partai politik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan tersebut juga bertujuan menyerap berbagai masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang.

Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, EM Osykar, mengatakan bahwa SERASI merupakan langkah strategis untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan akan memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan kepemiluan di masa depan.

"Melalui kegiatan SERASI, kami ingin membangun komunikasi yang lebih intensif dengan partai politik sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, transparan, dan partisipatif. Bawaslu ingin memastikan bahwa seluruh pihak memiliki semangat yang sama dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2029," ujar EM Osykar, Kamis (06/08/2026).

Selama pelaksanaan kegiatan, Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mengunjungi seluruh partai politik tingkat provinsi. Partai-partai tersebut meliputi PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Kunjungan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setiap kegiatan melibatkan unsur pimpinan, jajaran sekretariat, serta tim pendukung yang bertugas melakukan pendokumentasian dan pencatatan hasil diskusi.

BACA JUGA:Setelah Pengawasan Pemuktahiran Data, Bawaslu Babel Akan Kunjungi Parpol

BACA JUGA:Ketua Bawaslu Babel Jadi Pembina Upacara di SMAN 3 Pangkalpinang, Tekankan Literasi Demokrasi Generasi Z

Dalam setiap pertemuan, partai politik menyampaikan berbagai pandangan dan masukan terkait pelaksanaan pemilu pada masa mendatang. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pentingnya penguatan pendidikan politik, peningkatan literasi digital, pengawasan terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan, serta penguatan koordinasi antarlembaga.

Selain itu, partai politik juga mendorong Bawaslu untuk terus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kalangan pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lokal dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

EM Osykar menjelaskan bahwa seluruh masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu dalam menyusun berbagai program strategis pada masa mendatang. Menurutnya, upaya pencegahan pelanggaran harus dilakukan sejak dini melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas seluruh pihak yang terlibat.

"Setiap masukan yang kami terima akan menjadi bahan penting dalam menyusun langkah-langkah pengawasan yang lebih efektif dan terukur. Kami berharap sinergi yang telah terbangun ini dapat terus diperkuat demi menghadirkan proses demokrasi yang semakin berkualitas," katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan SERASI merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek pengawasan, tetapi juga menyangkut penguatan kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia, dan perluasan jaringan pengawasan partisipatif.

Menurut EM Osykar, keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga ditentukan oleh peran aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Bawaslu berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan demokrasi yang semakin matang dan berintegritas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: