Ada 3 Excavator Rambah Kawasan Kolong Jalur Dua Pemda Basel, Tambang Atau...?

Ada 3 Excavator Rambah Kawasan Kolong Jalur Dua Pemda Basel, Tambang Atau...?

Tiga Alat Berat Merambah Kawasan Kolong Jalur Dua Pemda Basel. --Foto Ilham

BABELPOS.ID, TOBOALI - Aktivitas diduga penambangan Timah kembali membabat kawasan Kolong Jalur Dua. Kali ini tiga unit alat berat jenis excavator terpantau beroperasi secara terbuka melakukan pengerukan lahan di kawasan kolong jalur dua menuju Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel). 

Pantauan langsung di lokasi menemukan pemandangan yang cukup mencolok. Tiga excavator berukuran besar, terdiri dari dua unit berwarna biru merk Kobelco dan satu unit berwarna kuning merk Hitachi, terlihat aktif mengeruk tanah di area atas maupun bawah kolong secara bersamaan.

Aktivitas tersebut berlangsung tidak jauh dari akses utama menuju pusat perkantoran Pemkab Bangka Selatan, kawasan yang setiap hari dilalui pejabat daerah, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum. Tidak ada papan pengumuman kegiatan di dekat lokasi. 

Dari lokasi terlihat material tanah diangkat dan dipindahkan dari area yang diduga mengandung pasir timah. Aktivitas tersebut dilakukan tidak jauh dari saluran drainase dan gorong-gorong yang selama ini berfungsi sebagai jalur aliran air.

Akibat aktivitas itu, kondisi lahan di sekitar lokasi tampak berubah signifikan. Sejumlah titik terlihat terbuka dan membentuk cekungan-cekungan baru yang diduga merupakan bekas pengambilan material tanah.

Selain berada tidak jauh dari fasilitas umum berupa jalan raya, lokasi pengerukan atau tambang timah juga berdekatan dengan jalur drainase yang memiliki peran penting dalam sistem pengendalian aliran air.

BACA JUGA:Tambang Timah Ilegal yang Ancam Robohkan Kampus Polman Babel Dihentikan

BACA JUGA:Anggota DPRD Babel Feri Jali Bantah Punya Tambang Ilegal di Samping Gedung BPS Basel: Itu Lahan Milik Ayah

Belum diketahui apakah penambangan ini mengantongi izin resmi atau ilegal. Apakah lokasi tersebut masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk yang sah.

Sementara, identitas pemilik, pengelola maupun pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut juga belum diketahui.

Informasi yang dihimpun menyebutkan area yang kini dikeruk sebelumnya merupakan jalur lintasan aliran air. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut berkaitan dengan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Jika dugaan itu benar, aktivitas pengerukan yang dilakukan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, mulai dari terganggunya fungsi aliran air, perubahan kontur lahan, hingga risiko terhadap ekosistem di sekitar kawasan.

Ironisnya, aktivitas tersebut juga berlangsung secara terbuka di kawasan yang sangat mudah terlihat publik. Hingga berita ini dipublish, pihak-pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi. 

Diketahui, sebelumnya beberapa Minggu lalu tim gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri berhasil melakukan sidak tambang di tengah perkantoran Pemkab Basel, tepatnya disamping kantor BPS. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait