Quo Vadis Pendidikan Indonesia? Ketika Anak Masih Menjadi Korban Formula Sistem
Eddy Supriadi--Foto IST
Oleh:Eddy Supriadi
Mahasiswa S3 Pendidikan UAD Yogyakarta
------------------------------------------
Menjelang pengumuman hasil Tes Kemampuan Akademik TKA SD dan SMP sebentar lagi, kegelisahan mulai terasa di banyak rumah. Anak anak cemas, orang tua gelisah, sekolah sibuk menghitung peluang penerimaan.
Ironisnya, kegelisahan itu bukan semata soal kemampuan akademik, melainkan ketidakpastian sistem penerimaan sekolah yang hingga hari ini masih terus berubah ubah zonasi, afirmasi, mutasi, hingga jalur prestasi yang formulanya seolah belum pernah benar benar selesai.
Padahal, Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah berusia hampir 23 tahun. Namun bangsa ini masih terus mencari bentuk ideal pendidikan nasionalnya, terutama dalam persoalan pemerataan akses, kualitas, dan keadilan pendidikan.
Pertanyaannya sederhana apakah sistem pendidikan kita sedang membangun masa depan anak anak, atau justru membuat mereka menjadi korban eksperimen kebijakan yang terus berganti?
BACA JUGA:Duka, Keadilan, dan Etika Komunikasi Politik di Tengah Ujian Seorang Pemimpin
BACA JUGA:Kebangkitan Nasional di Tengah Krisis Kepercayaan
TKA dan Beban Psikologis Anak
Secara konsep, TKA sejatinya bertujuan memetakan kemampuan akademik peserta didik. Tetapi dalam praktik sosial, masyarakat tetap melihat hasil TKA sebagai penentu masa depan sekolah anak. Akibatnya, tekanan psikologis muncul sejak usia dini.
Anak SD mulai takut tidak diterima di sekolah favorit. Anak SMP cemas kalah bersaing. Orang tua berlomba mencari strategi masuk sekolah terbaik, bukan lagi fokus pada proses belajar yang sehat.
Di sinilah paradoks pendidikan kita terjadi. Negara berbicara tentang Merdeka Belajar, tetapi di lapangan banyak anak justru kehilangan kemerdekaan berpikir karena dibebani sistem kompetisi administratif yang rumit dan berubah ubah.
Zonasi Antara Ide Baik dan Realitas Ketimpangan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
