Peringati Isra Mi’raj, Masjid Agung Sungailiat Hadirkan Penceramah Dr. H. Suparta

Peringati Isra Mi’raj, Masjid Agung Sungailiat Hadirkan Penceramah Dr. H. Suparta

--

BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Dalam memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Badan Pengurus Masjid Agung Sungailiat Kabupaten Bangka menyelenggarakan ceramah agama di Masjid Agung Sungailiat pada Senin malam (19/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Ketua MUI Kabupaten Bangka Drs. H. Saipul Zohri, Ketua Masjid Agung Sungailiat Teja Laksana, Ketua Baznas Bangka Drs. HM. Nasir Hasan, Kabag Kesra Setda Bangka Budi Hamzah, serta para tokoh masyarakat dan agama se-Kabupaten Bangka.

 BACA JUGA:Kakanwil Meurah Budiman Motivasi dan Serahkan Alat Baksos untuk Taruna Poltekpin

Kegiatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Suparta, kemudian dilanjutkan dengan tradisi budaya Ngangung Sepintu Sedulang.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan kesadaran spiritual masyarakat, termasuk pentingnya mengembangkan keimanan serta ketaqwaan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

 BACA JUGA:Brigjen Pol Murry Mirranda Nostalgia Ke Kampung Halaman di Beltim, Kunjungi Sekolah Hingga Teman Masa Kecilnya

"Peringatan Isra Mi’raj ini sebagai pengingat akan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW menemui Allah untuk mendapatkan perintah utama dalam agama Islam yaitu salat.

Perintah ini merupakan satu-satunya yang disampaikan secara langsung ketika Nabi melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit," ujarnya.

"Mudah-mudahan dengan acara ini, keimanan kita semakin mantap untuk melaksanakan perintah salat sebagai sarana berkomunikasi langsung kepada Allah," harapnya.

 BACA JUGA:PT TIMAH Tbk Bangun 11 Rumah Layak Huni di Tahun 2025, Dorong Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Operasional

Sementara itu, penceramah Dr. H. Suparta menyampaikan bahwa perintah yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW harus benar-benar dilaksanakan dan ditaati.

"Ketika Nabi Muhammad SAW bertemu langsung dengan Allah, beliau membawa oleh-oleh untuk umat yaitu perintah salat lima waktu.

Mudah-mudahan kita bisa menjalankannya dengan istiqomah dan menyempurnakannya," ujarnya.

"Yang paling utama dihisab pada hari akhir adalah salat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: