Melalui Aplikasi Trashflow, UBB Ubah Sampah di Desa Pagarawan Jadi Koin
Mesin pengolah sampah buatan UBB yang diserahkan ke Desa Pagarawan. --Foto: ist
BABELPOS.ID, MERAWANG – Universitas Bangka Belitung (UBB) terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan pembangunan desa berbasis riset. Melalui tim peneliti multidisiplin, UBB resmi meluncurkan dan menyerahkan aplikasi Trashflow UBB kepada BUMDes Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka, sebagai solusi digital pengelolaan sampah anorganik berbasis ekonomi sirkular.
Aplikasi Trashflow UBB hadir sebagai sistem manajemen sampah modern yang memungkinkan warga menukarkan material daur ulang—seperti botol plastik dan kaleng—menjadi poin atau koin digital. Seluruh transaksi ini tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan BUMDes dalam memantau volume sampah maupun tingkat partisipasi masyarakat secara transparan.
Ketua Tim Peneliti UBB, Dr. Rulyanti Susi Wardhani, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan luaran penelitian fundamental terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di tingkat desa.
“Kami ingin hasil penelitian ini menjadi bagian dari sistem ekonomi desa, bukan sekadar kegiatan sesaat. Karena itu, pengelolaan inovasi ini diserahkan kepada BUMDes agar memiliki kepastian kelembagaan dan orientasi jangka panjang,” ujar Dr. Rulyanti.
BACA JUGA:Pertahankan Predikat, UBB Peroleh 5 Kali Badan Publik Informatif secara Berurutan
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara akademisi UBB dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keterlibatan instansi provinsi ini memastikan bahwa program di Desa Pagarawan sejalan dengan peta jalan pemberdayaan masyarakat di tingkat regional.
Selain Dr. Rulyanti, tim peneliti ini diperkuat oleh pakar dari berbagai bidang, yakni Ir. Suhdi, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Darus Altin, S.E., M.Si., Alim Bahri, S.T., M.M., Muhammad Qomaruddin, S.E., M.Sc.
Pemerintah Desa Pagarawan menyambut positif kehadiran Trashflow. Dengan sistem ini, sampah anorganik yang selama ini menjadi beban lingkungan kini berubah menjadi sumber nilai tambah ekonomi.
Masyarakat tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan, tetapi juga diberikan insentif ekonomi melalui skema pertukaran poin yang dikelola oleh BUMDes. Hal ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru berbasis industri daur ulang di tingkat desa.
Penyerahan aplikasi secara simbolis disaksikan langsung oleh perangkat desa, mitra masyarakat, serta mahasiswa pendamping. Ke depan, tim peneliti UBB berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis agar implementasi Trashflow di Desa Pagarawan dapat berjalan optimal dan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Bangka Belitung.
BACA JUGA:Luncurkan 5 Program Studi Baru, UBB Resmi Miliki Jurusan Pendidikan Keguruan
BACA JUGA:Ajak Kampus Cegah IRET, FKPT Babel dan Densus 88 Gelar Kuliah Umum di UBB
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
