Evaluasi 2025 dan Akselerasi 2026: Kepemimpinan Tim Ortala sebagai Energi Reformasi Birokrasi Kemenag Babel
Bambang Ari Satria--
BABELPOS.ID - Tahun 2025 menjadi fase penting untuk menakar arah reformasi birokrasi Kementerian Agama, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bagi Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), evaluasi kinerja tahun ini bukan sekadar membaca capaian indikator, tetapi memahami bagaimana kepemimpinan dan kerja tim menjadi faktor penentu keberlangsungan perubahan. Di titik inilah peran kepemimpinan Ketua Tim Ortala, Bambang Ari Satria, menemukan relevansinya.
BACA JUGA:Oknum Kadus Bersama Mantan Residivis Ketahuan Edarkan Sabu
Sepanjang 2025, Ortala Kanwil Kemenag Babel bergerak dalam tekanan kerja yang tidak ringan: dinamika regulasi, tuntutan akuntabilitas, serta ekspektasi publik yang terus meningkat.
Dalam situasi tersebut, kepemimpinan Bambang Ari Satria tampil bukan sebagai pengendali administratif semata, melainkan sebagai pengarah irama kerja tim.
Pendekatan kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan berbasis keteladanan menjadikan Ortala tetap solid di tengah kompleksitas tugas.
Kepemimpinan ini terasa dalam cara kerja sehari-hari.
Koordinasi tidak berhenti pada instruksi, tetapi berkembang menjadi dialog.
Setiap anggota tim diberi ruang untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan keahliannya.
Hardi Wiriyanto,SH dengan Fokus Capaian Kinerja Triwulan, Laporan Kinerja Tahunan , Handi Purnama Purba dengan fokus sistem pengendalian intern pemerintah dan Silva Novaya dengan fokus Ajab/ ABK, Evaluasi Jabatan serta Asmaridho Afendi dengan fokus Zona Integritas ,semuanya membentuk mozaik kerja Ortala yang saling melengkapi.
Evaluasi 2025 menunjukkan bahwa banyak capaian Ortala lahir dari kekuatan kerja kolektif ini.
Pendampingan unit kerja, penataan SOP, hingga penguatan budaya kinerja tidak dijalankan secara sektoral, melainkan melalui sinergi tim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
